Sekolah Minta Fogging | Pejabat Dinkes Aceh Tamiang Dinilai Tak Respon

ACEH TAMIANG | Sikap pejabat Dinas Kesehatan Aceh Tamiang mengecewakan. Pasalnya, tak respon terhadap wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditakutkan menjangkit bagi para pelajar di wilayah Aceh Tamiang.

KEPALA BARESKRIMKekecewaan itu dialami pihak SMPN 1 Mayak Payed, yang meminta Dinas Kesehatan Aceh Tamiang melakukan fogging (penyemprotan) nyamuk penyebab virus DBD di lingkungan sekolah.

Kekesalan itu bermula disaat perwakilan SMPN 1 Mayak Payed Bidang Tata Usaha bernama Esi, yang diwakili staf UPTD, Derry M, Rabu (11/3/2015), untuk berjumpa dengan salah satu pejabat Eselon IV Dinas Kesehatan Aceh Tamiang bernama Afrinalda.

Pertemuan yang berlangsung di warung kopi (warkop) itu dihadiri Kepala Puskesmas Kecamatan Mayak Payed, dr Khadapi Harahap, staf UPTD Dinas Pendidikan V Mayak Payed Derry M dan Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Afrinalda, di mana pihak sekolah mengharapkan ‘lobby’ UPTD ke Dinkes untuk fogging tersebut.

Ironisnya, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Aceh Tamiang tersebut kepada perwakilan sekolah tersebut menanyakan “apa sudah ada siswa atau siswi yang terkena DBD. Kalau ada, hal ini harus dibuktikan dengan hasil laboraturium. Kalau sudah ada buktinya baru team akan turun ke lapangan”.

Pertanyaan itu membuat perwakilan SMPN 1 Mayak Payed terdiam. Perkataan pejabat Dinkes tersebut, nyaris memancing emosi staf UPTD Dinas Pendidikan Mayak Payed dan bahkan sempat terjadi perdebatan di warkop yang mengundang perhatian pengunjung.

Untungnya, Kepala Puskesmas Mayak Payed sigap meredam ‘adu agrumen’ antara pejabat Dinkes dan perwakilan sekolah.

dr Khadapi Harahap menyatakan, pihak Puskesmas akan meneruskan permintaan fogging ke DinKes Aceh Tamiang.

Menurut dr Khadapi Harahap, pihak sekolah harus membuat surat permohonan yang ditujukan kepada DinKes Aceh Tamiang untuk dilakukannya penyemprotan nyamuk di lingkungan sekolah.

Esi kepada bareskrim.com saat dikonfirmasi kecewa dengan sikap pejabat Dinkes Aceh Tamiang yang tak respon atas persoalan wabah DBB. “Maksud kita (sekolah) meminta fogging ke Dinkes untuk mencegah mewabahnya DBD. Kan lebih baik mencegah dari pada mengobati. Apa harus jatuh korban dulu baru bertindak,” ucapnya. (adam/ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *