HAKIKAT ANAK YATIM

Catatan: Dianto

Salah satu akhlak mulia adalah menyantuni anak yatim, karena ia membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kepada kita semua. Dalam menjalani kehidupan dunia ini, manusia selalu merasakan keadaan yang bahagia maupun kedaan yang menderita. Apapun yang terjadi dalam menjalani kehidupan dunia ini, jika kita sabar menghadapinya maka roda kehidupan akan berjalan dengan baik.

KEPALA BARESKRIMBanyak anak yang terlahir didunia ini mereka sudah kehilangan ayahnya sehingga mereka disebut dengan anak yatim. Mereka adalah anak-anak yang sudah kehilangan sosok yang membimbing, sebelum mengenal apa-apa dan belum merasakan manisnya kasih sayang ayah.

Maka janganlah kita selalu menghardik atau menghina anak yatim yang ada disekitar kita, tetapi sayangilah mereka agar bisa merasakan kebahagian hidup yang lebih nyaman dan tenteram.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: ”Bersikaplah kepada anak yatim, seperti seorang bapak yang penyayang.” (HR. Bukhari).

Dalam hadist diatas dapat dijelaskan bahwa semua orang harus berkasih sayang terhadap anak yatim. Dengan kasih sayang yang kita berikan, berarti kita termasuk orang yang peduli terhadap anak-anak yatim, karena salah satu sifat akhlak mulia adalah menyantuni anak yatim dengan penuh keikhlasan.

Islam selalu mengajarkan kepada kita semua agar selalu bersikap kasih sayang terhadap sesama manusia, apalagi terhadap anak yatim. Sesungguhnya anak yatim adalah manusia yang paling membutuhkan pertolongan dan kasih sayang. Jika kita melihat seseorang yang penyayang kepada anak-anak yatim dan menyantuni mereka. Maka berarti dia adalah orang yang berbudi dan berakhlak mulia.

Pada hakikatnya menyantuni anak yatim adalah suatu kewajiban bagi kita semua. Allah SWT berfirman yang artinya:” Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak dan kaum kerabat serta anak-anak yatim dan orang –orang miskin.”(QS. Al-Baqarah : 83).

Maka ada beberapa amal perbuatan yang baik untuk menyantuni anak yatim, Pertama: Memenuhi kebutuhan pokoknya. Artinya kebutuhan hidup anak-anak yatim harus dapat terpenuhi dengan baik. Seperti kebutuhan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal yang layak agar mereka bisa hidup lebih baik daripada sebelumnya.

Kedua: Memberikan kasih sayang. Kepedulian dan kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak yatim sangat bermanfaat bagi mereka dalam menjalani kehidupan dunia ini. Dengan kasih sayang yang kita berikan mudah-mudahan mereka bisa menjadi anak yang soleh dan soleha.

Ketiga: Memberikan Pendidikan. Anak-anak yatim harus kita sekolahkan agar mereka mendapatkan ilmu pendidikan yang berguna bagi masa depannya. Mereka mendapatkan ilmu yang bisa membawa kebahagia hidup di dunia dan di akhirat. Tanpa ilmu mereka akan kehilangan masa depan.

Keempat: Menjaga Hartanya. Untuk memuliakan anak yatim kita harus menjaga hartanya, artinya menggunakan hartanya dengan sebaik-baiknya. Janganlah kita mencoba untuk memakan harta anak yatim, karena perbuatan tersebut sangat hina di hadapan Allah SWT. Dengan menjaga hartanya mudah-mudahan dimasa yang akan datang, kebutuhan hidup mereka dapat terpenuhi dengan baik tanpa ada kekurangan.

Penutup

Anak yatim memiliki posisi yang istimewa dalam Islam. Jika kita termasuk orang-orang yang mampu untuk menyantuni anak yatim, maka santunilah mereka dengan penuh keikhlasan. Karena sesungguhnya menyantuni anak yatim tidak perlu mempunyai harta yang melimpah atau kekayaan yang kaya raya.

Walaupun sedikit kasih sayang yang kita berikan kepada anak yatim, sangatlah bermanfaat bagi mereka dalam meningkatkan rasa kebahagiaan dalam menjalani kehidupan dunia ini. Wa Allahu A’lam.

(Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMSU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *