Pembagian Insentif Pegawai RSU Haji Medan ‘Menggembung dan Disunat’

*Temuan Insentif Juni – Agustus 2014

MEDAN | Gubernur Sumatera Utara melalui surat keputusan nomor 188-44/580/KPTS/2014, membagi jasa pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan. Dalam keputusan itu, pembagian jasa pelayanan RSU Haji Medan dipersentasekan 60% untuk operasional RSU Haji Medan dan 40% untuk jasa pelayanan. Pembagian berupa insentif atau remunerasi itu dibayarkan terhitung Januari 2014.

insentif rs hajiKEPALA BARESKRIMMemperoleh kabar tersebut pegawai RSU Haji Medan merespon baik dan bahkan senang mendapatkan tambahan penghasilan. Pembagian insentif tersebut dilakukan sebanyak 3 tahap, yakni tahap pertama bulan Januari – Mei 2014; tahap kedua bulan Juni – Agustus 2014; tahap ketiga bulan September – Oktober 2014.

Sejalan dengan waktu, ternyata pembagian insentif bagi pegawai RSU Haji Medan ditemukan keanehan dalam laporan jumlah hak yang seharusnya diterima abdi negara tersebut. Lampiran salinan daftar insentif yang diteken pegawai, nilainya berbeda ditiap lembarnya.

Seperti yang diperoleh wartawan, data daftar insentif RSU Haji Medan periode Juni – Agustus 2014, jumlah insentif yang ditandatangani pegawai dari lembaran pertama dan kedua berbeda angkanya. Anehnya, jumlah angka yang ditemukan ada yang ‘gembung’ dan juga ‘disunat’.

Sumber wartawan yang merupakan pegawai RSU Haji Medan, yang namanya dirahasiakan, menyebutkan, pada tahap pertama dan kedua, menerima insentif yang ditandatangani sebesar Rp 1,9 juta lebih. Dan di tahap 3-nya menerima hanya Rp 400 ribu.

Saat penandatangan daftar lampiran insentif, pihak RSU Haji Medan melampirkan 3 rangkap yang ditutupi. “Saat penandatanganan yang nampak tertera di rangkap pertama nama dan jabatan, total bobot dan jumlah insentif serta kolom tanda tangan. Sementara dirangkap kedua dan ketiga ditutupi hanya kotak tanda tangan saja. Para pegawai RSU Haji Medan sangat senang menerima pembagian remunerasi itu,” ucap sumber, kemarin.

Usut punya usut, ternyata dibalik lampiran tersebut menaruh kecurigaan. Bagaikan udang dibalik batu. Ditemukan kejanggalan jumlah insentif pada lembaran dua dan tiga yang telah dibubuhi tanda tangan oleh para pegawai RSU Haji Medan yang menerima remunerasi tersebut. “Hal itu terungkap oleh pegawai RSU Haji di tahun 2015,” ulasnya.

Bukan hanya sumber saja yang mengalaminya, juga dialami puluhan bahkan ratusan pegawai RSU Haji Medan, di mana jumlah insentifnya mengalami penggelembungan pada lampiran kedua. Sementara di lampiran pertama nilainya mengecil saat terlihat ditandatangani.

Yang anehnya lagi, dari data yang diperoleh wartawan, jumlah insentif pada pegawai yang bertugas di bagian tertentu RSU Haji Medan yang menerima ‘jatahnya’ lebih besar alias jumlah insentif yang diterima pada lembaran pertama tercatat lebih besar dari pada nilai dalam lembaran kedua yang ditandatangani. Ada apa ini?

Seperti di Bagian Akuntansi terjadi pembengkakan jumlah. Pada lembar pertama tercantum jumlah pembayaran insentif pegawai Rp 13.122.235, sementara di lembar kedua tercantum Rp 13.614.463. Juga terlaporkan di Bagian Penyusunan Anggaran dan Perbendaharaan tercatat di lembar pertama Rp 16.947.443, sementara di lembar kedua tercantum Rp 20.221.225.

Lain halnya di Bagian Kerohanian, pembayaran insentif lembar pertama tercatat lebih besar dari lembar kedua. Rp 7.245.095 lembar pertama dan di lembar kedua Rp 6.914.729. Di Bagian Humas juga terjadi ‘penyunatan’ insentif dari Rp 7.345.095 lembar pertama dan Rp 7.089.050 di lembar kedua.

Kondisi penggelembungan dan penyusutan jumlah insentif pada lembar pertama dan lembar kedua daftar insentif pegawai RSU Haji Medan ditemukan terjadi di 46 item (bagian) pembagian insentif.

Dalam daftar insentif periode kedua (Juni – Agustus 2014), yang diperoleh wartawan, jumlah tranksaksi insentif dibayarkan kepada pegawai juga berbeda dengan laporan yang ditandatangani Plt Direktur RSU Haji Medan, dr Diah Retno Wilakskusuma Ningtyas. Jika dikakulasikan dari data yang diperoleh pada lembar pertama pembagian insentif pegawai RSU Haji Medan untuk periode Juni – Agustus 2014 berjumlah Rp 1.999.997.991. Sementara laporan dari Plt Direktur RSU Haji Medan tertera Rp 1.344.101.357, jumlah insentif yang dibagiakan ke pegawai.

Ada sekitar Rp 144 juta lebih perbedaan jumlah (Rp 1.344.101.357 – Rp 1.199.997.991), dari temuan data pembagian remunerasi pegawai RSU Haji Medan untuk periode kedua (Juni – Agustus 2014). Bagaimana lagi dengan laporan tahap pertama dan ketiga? Temuan pembagian insentif bagi pegawai akan ditelusuri lagi, agar hak-hak yang seharus diterima oleh pegawai demi kesejahteraan diduga telah dimanupulasi oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab di RSU Haji Medan.

Pegawai RSU Haji Medan berharap, temuan ini dapat ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. “Ini sudah tergolong korupsi yang terstruktur di tubuh RSU Haji Medan dan bahkan berjamaah yang disinyalir melibatkan petinggi-petinggi di RSU Haji Medan,” cetus sumber seraya menyatakan, temuan ini juga telah kita laporkan ke Kejati Sumut agar menindaklanjutinya.

Ketika dikonfirmasi ke Wadir Umum dan Keuangan RSU Haji Medan, H Sampurno Siregar SR via SMS ke nomor 081263XXX, soal insentif/remon pegawai RS Haji Medan tahun 2014 berisikan “Dari data yang ditemukan diduga ada keganjilan jumlah pemberian remon 3 tahap. Untuk melengkapi konfirmasi ini ingin tahun berapa jumlah alokasi per tahap remon di tahun 2014?” SMS konfirmasi yang ditujukan ke Wadir Umum dan Keuangan H Sampurno Siregar SE hingga sampai sore pukul 18.00 WIB, belum mendapat jawaban.

Untuk mendapatkan keterangan sebagai penyeimbang informasi ke publik, wartawan juga mengkonfirmasi ke Bagian Humas M Fachrurrozi Siregar SH yang akab disapa Fauzi via SMS ke nomor 08137636XXX berisikan “Berapa jumlah pegawai yang menerima remon? Untuk melengkapi konfirmasi ini ingin tahu berapa jumlah alokasi remon di tahun 2014? Dan bagaimana sistem pemberian remon tersebut?” Lagi-lagi SMS konfirmasi tersebut tak mendapat respon dari Humas RSU Haji Medan hingga sore hari.

Sama halnya juga ke Plt Direktur RSU Haji Medan, dr Diah Retno Wilakskusuma Ningtyas yang dikonfirmasi via SMS tak memberikan keterangan. Padahal sudah ditelpon tak menjawab dan di SMS dengan isi “Informasinya tahun 2014, pihak RS Haji ada melakukan pembagian insentif/remon kepada pegawai? Apakah pembagiannya dilakukan 3 termin (tahap) bu? Kira2 berapa jumlah pembagian remon bagi karyawan? Satu lagi bu, informasinya pada saat pembagian diduga ada ‘penyunatan dan penggelembungan’ remon? Klu ada gimana sikap bu diah sebagai plt dirut rs haji? Mohon konfirmasi ini dijawab agar publish besok dapat berimbang. Terimakasih.” (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *