Soal Pemotongan Insentif Pegawai | Direksi RSU Haji Medan Mulai ‘Kasak-Kusuk’

MEDAN | Sejak terungkapnya dugaan pemotongan dana insentif/remunerasi pegawai RSU Medan tahun 2014, oknum Direksi RSU Haji Medan mulai ‘kasak-kusuk’. Informasi yang diperoleh wartawan, Senin (16/3/2015), menyebutkan, pihak direksi sudah mengumpul sejumlah pegawai yang terlibat dalam persoalan dana insentif tersebut.

KEPALA BARESKRIM“Ya kami sudah dipanggili oleh pihak direksi terkait persoalan pemotongan dana insentif ini. Bahkan, Direksi mengadakan rapat untuk membahas persoalan temuan yang telah diekspos media,” kata sumber wartawan yang tidak mau namanya disebutkan.

Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Transparansi (Letras) Sumut, Hendrico Harahap meminta Kejatisu memeriksa oknum Plt Dirut RSU Haji Medan terkait temuan adanya dugaan pemotongan dana insentif/remunerasi pegawai RSU Haji Medan.

Hendrico sangat menyayangkan jika informasi temuan itu benar terjadi. “Ini sangat keterlaluan jika masih ada pemotongan hak pegawai. Kejati Sumut diminta berperan aktif melakukan pemeriksaan atas temuan pemotongan pembagian insentif pegawai yang telah dipublish media. Usut tuntas persoalan ini, agar ini tak terjadi lagi,” ujarnya.

Hendrico juga meminta kepada Gubsu untuk mengevaluasi kinerja Plt Dirut RSU Haji Medan, dr Diah Retno Wilakskusuma Ningtyas tersebut, sebab selalu saja syarat masalah.

Sebelumnya diberitakan bahwa ada temuan aneh dalam pembagian insentif/remunerasi pegawai RSU Haji Medan. Di mana pembagian tersebut dalam laporan daftar insentif yang ditemukan wartawan terjadi perbedaan jumlah insentif yang seharusnya diterima pegawai RSU Haji Medan.
Data daftar insentif RSU Haji Medan itu ditemukan untuk periode Juni – Agustus 2014, jumlah insentif yang ditandatangani pegawai dari lembaran pertama dan kedua berbeda angkanya. Anehnya, jumlah angka yang ditemukan ada yang ‘gembung’ dan juga ‘disunat’.

Sumber wartawan yang merupakan pegawai RSU Haji Medan, yang namanya dirahasiakan, menyebutkan, pada tahap pertama dan kedua, menerima insentif yang ditandatangani sebesar Rp 1,9 juta lebih. Dan di tahap 3-nya menerima hanya Rp 400 ribu.

Bukan hanya sumber saja yang mengalaminya, juga dialami puluhan bahkan ratusan pegawai RSU Haji Medan, di mana jumlah insentifnya mengalami penggelembungan pada lampiran kedua. Sementara di lampiran pertama nilainya mengecil saat terlihat ditandatangani.

Seperti di Bagian Akuntansi terjadi pembengkakan jumlah. Pada lembar pertama tercantum jumlah pembayaran insentif pegawai Rp 13.122.235, sementara di lembar kedua tercantum Rp 13.614.463. Juga terlaporkan di Bagian Penyusunan Anggaran dan Perbendaharaan tercatat di lembar pertama Rp 16.947.443, sementara di lembar kedua tercantum Rp 20.221.225.

Lain halnya di Bagian Kerohanian, pembayaran insentif lembar pertama tercatat lebih besar dari lembar kedua. Rp 7.245.095 lembar pertama dan di lembar kedua Rp 6.914.729. Di Bagian Humas juga terjadi ‘penyunatan’ insentif dari Rp 7.345.095 lembar pertama dan Rp 7.089.050 di lembar kedua.

Dalam daftar insentif periode kedua (Juni – Agustus 2014), yang diperoleh wartawan, jumlah tranksaksi insentif dibayarkan kepada pegawai juga berbeda dengan laporan yang ditandatangani Plt Direktur RSU Haji Medan, dr Diah Retno Wilakskusuma Ningtyas. Jika dikakulasikan dari data yang diperoleh pada lembar pertama pembagian insentif pegawai RSU Haji Medan untuk periode Juni – Agustus 2014 berjumlah Rp 1.999.997.991. Sementara laporan dari Plt Direktur RSU Haji Medan tertera Rp 1.344.101.357, jumlah insentif yang dibagiakan ke pegawai.

Ada sekitar Rp 144 juta lebih perbedaan jumlah (Rp 1.344.101.357 – Rp 1.199.997.991), dari temuan data pembagian remunerasi pegawai RSU Haji Medan untuk periode kedua (Juni – Agustus 2014). Bagaimana lagi dengan laporan tahap pertama dan ketiga? Temuan pembagian insentif bagi pegawai akan ditelusuri lagi, agar hak-hak yang seharus diterima oleh pegawai demi kesejahteraan diduga telah dimanupulasi oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab di RSU Haji Medan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *