Propinsi Aceh Siap Bersaing

LANGSA | Guna menindaklanjuti semangat Nawa Cita yang merupakan program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), maka Pemerintah Propinsi Aceh untuk tahun 2016 telah menentukan arah dan kebijakan pembangunan seperti memastikan kemudahan serta mendorong pertumbuhan investasi yang terkait dengan pengembangan agroindustri serta penuntasan akses jalan yang mampu menjangkau wilayah terisolir.

KEPALA BARESKRIM“Pengembangan dan revitalisasi kawasan-kawasan strategis yang memiliki potensi ekonomi dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi ditingkat global dan regional, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh secara signifikan,” ujar Kabid P2KSDM Bappeda Aceh, Munthie Syurga ST MT pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Kota (Musrenbang RKPK) Langsa tahun 2016, kemarin, di aula Cakdon Kota Langsa.

Dikatakanya, peningkatan nilai tambah produk komoditas unggulan menunjukan hasil yang lebih nyata serta pencapaian tujuan pembangunan milenium khususnya pelayanan kesehatan dan pendidikan tidak hanya dijaga agar tetap konsisten, melainkan juga menjadi daya tarik bagi masyarakat luar dan dalam aceh sehingga dapat menambah pendapatan asli Aceh.

Lanjutnya, Propinsi Aceh pada tahun ini akan melaksanakan midterm review RPJMA 2012-2017, target dan capaian provinsi sangat berpengaruh terbalik dengan capaian dan target kabupaten/kota.

“Kami sangat mengharapkan pemerintah kabupaten/kota dalam mengusulkan program/kegiatan harus mendalami kewenangan, sinergisitas antara provinsi dan kabupaten/kota,” katanya.

Pemerintah juga mengharapkan kepada seluruh pengambil kebijakan tingkat kabupaten/kota, agar turut berkomitmen untuk dapat menyelesaikan permasalahan kegiatan yang terbengkalai, sehingga diharapkan di aceh tidak lagi terlihat terminal-terminal yang belum selesai atau tidak dioperasionalkan dan bangunan-bangunan yang tidak dapat digunakan.

Sementara, Walikota Langsa, Usman Abdullah SE menyampaikan pelaksanaan Musrenbang ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi agenda dan prioritas pembangunan yang diusulkan oleh masyarakat dengan program prioritas SKPK yang memerlukan dukungan pendanaan, baik yang bersumber dari APBK, APBA maupun APBN serta sumber pendanaan lainnya.

Lanjutnya, pada tahun ini akan dilakukan review dan perubahan RPJM Kota Langsa tahun 2012-2017. Oleh karena itu diharapkan kepada setiap pimpinan SKPK diwilayah kerja Pemko Langsa harus lebih serius lagi dalam penyusunan perubahan RPJM tersebut. Karena, ini berimplementasi kepada perubahan rencana strategis SKPK dalam rangka mendukung perencanaan yang berkualitas untuk Kota Langsa yang lebih baik. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *