Majikan Aniaya PRT Dilaporkan ke Polisi

MEDAN | Malang benar nasib ibu tiga anak yang berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT). Pasalnya, dirinya dituduh mencuri uang oleh majikannya.

KEPALA BARESKRIMJuminah (41), warga Jalan Bilal Gang Seram No 26A Lingkungan I Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia dianiaya majikan, hingga babak belur.

Akibatnya, korban mendatangi Polresta Medan guna melaporkan sang majikan, Ari Barus (52) warga Jalan Cinta Karya, Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia.

Informasi dihimpun, aksi penganiayaan ini bermula sekitar bulan Februari 2015 silam. Sang majikan yang merupakan seorang wanita, mendatangi korban lalu menuduh PRT yang bermukim tak jauh dari bosnya itu telah mencuri uang.

“Korban dituduh mencuri uang dengan modus membuka lemari,” kata pengacara hukum korban, Gumilar Aditya Nugroho, kepada wartawan, di Polresta Medan.

Korban yang dituduh mencuri, kemudian membela diri dengan mengatakan dia tidak pernah melakukan pencurian. Namun, jawaban PRT yang telah bekerja satu tahun ini membuat majikannya naik pitam.

Pengusaha warnet itu pun lalu memukuli PRT di bagian wajah hingga lebam. Pelaku kemudian menyeret korban ke Mapolsek Medan Baru, untuk dipenjarakan.

“Sempatlah dibawa ke Polsek Medan Baru, diperiksa tiga jam, tapi karena tidak terbukti dipulangkan,” katanya.

Menurut Gumilar, pelaku yang kesal tidak bisa memenjarakan korban lalu geram dan kembali memukuli korban. Parahnya lagi, bagian kemaluan ibu beranak tiga ini juga ditendang hingga memar.

“Kemaluannya ditendang hingga luka memar, pakai kaki ditunjang,” kata Gumilar.

Kejadian naas tersebut telah dilaporkan korban ke Mapolresta Medan yang tertuang dalam STTLP/534/III/2015/SPKT Resta Medan semakin menambah catatan panjang tentang aksi penyiksaan yang dilakukan majikan terhadap PRT. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *