BBPJN Didesak Prioritaskan Pembangunan Jalan Batangkuis – Bandara KNIA

MEDAN | Ketua FP Gerindra DPRD Sumut Ir Yantoni Purba, MM mendesak BBPJN (Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional) I Sumut untuk memprioritaskan pembangunan ruas Jalan Letda Sujono Medan – Tembung – Batang Kuis Kabupaten Deliserdang menuju Bandara KNIA (Kuala Namu Internasional), sebagai akses jalan yang termudah bagi masyarakat Medan menuju bandara.

“Ruas Jalan Letda Sujono – Tembung – Batang Kuis yang sudah ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional sudah menjadi tanggung-jawab BBPJN I Sumut penangannya, sehingga kita mendesak segera dilakukan pembangunan oleh pemerintah pusat, mengigat jalan itu merupakan satu-satunya akses termudah oleh masyarakat Medan menuju Bandara KNIA,” ujar Yantoni Purba kepada wartawan, (25/3/2015) di DPRD Sumut seusai melakukan kegiatan Reses ke Kabupaten Deliserdang.

Menurut Yantoni, dengan dibangunnya jalan alternatif menuju Bandara KNIA ini, tentu akan memberikan multiplier effek bagi masyarakat di sepanjang jalan tersebut, sehingga lembaga legislative mendesak BBPJN I Sumut agar memprioritaskan pembangunannya melalui dana APBN TA 2015 atau P-APBN 2015.

“Selain itu, jika akses jalan yang dulunya masih jalan propinsi ini dibangun, akan mengurangi kemacetan arus lalu lintas menuju Bandara KNIA, sebab selama ini jalan satu-satunya menuju bandara kerap mengalami kemacetan di daerah Tanjungmorawa, sehingga menimbulkan keresahan para penumpang bandara,” tegas anggota Komisi D ini.

Diakui Yantoni, ruas Jalan Letda Sujono – Tembung – Batang Kuis merupakan daerah strategis yang menjadi penghubung antara Kota Medan dengan Bandara KNIA, hanya kendalanya saat ini, faktor infrastruktur jalan yang perlu dikembangkan.

Apalagi daerah Percut Sei Tuan bakal menjadi ramai, karena sudah ditetapkan sebagai daerah wisata mangrove. “Jadi jalan tersebut tidak hanya untuk menuju Bandara KNIA, tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebab Desa di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang telah ditetapkan sebagai daerah wisata mangrove oleh Pemkab Deliserdang, sehingga dapat dipastikan kawasan itu akan semakin strategis,” katanya.

Yantoni juga menerima keluhan dari masyarakat menyangkut pengelolaan sarana irigasi di Desa Cinta damai dan Pematang Lalang banyak yang tidak berfungsi dengan baik. Bahkan saluran Irigasi Bandar Sidoras yang dikelola Kementerian PU melalui BWS (Balai Wilayah Sungai) mengalami kerusakan yang mengakibatkan saluran irigasi tidak berfungsi.

“Kita minta kepada BWS Sumut untuk bergerak cepat melakukan perbaikan, jangan sampai saluran irigasi ini terus dibiarkan mengalami kerusakan, karena akan mengancam ribuan hektar areal pertanian masyarakat kekringan,” ujar Yantoni sembari mendesak Kepala BWS Sumut untuk segera menanggapi keluhan masyarakat petani. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *