Polresta Bekuk Pelaku Pencurian Brankas Pengadilan Agama

MEDAN | Unit Jahtanras Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan berhasil menangkap dan melumpuhkan tiga dari enam pelaku pencurian brankas berisi uang Rp 105 juta, sejumlah perhiasan emas dan dokumen-dokumen penting dengan total 130 juta di kantor Pengadilan Agama Jalan SM Raja XII KM 8,8, Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas, (7/3/2015). Petugas juga melumpuhkan seorang pelaku lantaran melawan petugas saat diringkus.

BERANKAS PAKEPALA BARESKRIMKetiga pelaku yakni, FS (32) warga Jalan Medan Binjai Km 13 Gg Sawah, Kecamatan Sunggal, RPS (37) warga Jalan Pertahanan Gang Makmur, Patumbak, RD S (34) warga Jalan Turi Gang Kelapa, Kecamatan Medan Amplas. Dari ketiganya, polisi mengamankan, dua unit brankas, satu buah sebo, satu buah baju, tiga unit handphone nokia, satu baju kaos dan dokumen-dokumen penting.

Kasat Reserse Kriminal Polresta Medan Kompol Wahyu Istanto Bram didampingi Wakasat Reskrim dan Kanit Jahtanras serta KBU Polresta Medan kepada wartawan mengatakan di Mapolresta Medan, Kamis (26/3/2015), bahwa penangkapan ketiga pelaku tersebut dari hasil penyelidikan Unit Jahtanras Polresta Medan berdasarkan laporan pihak Pengadilan Agama ke Polsek Patumbak.

“Awal mulanya, pihak Pengadilan Agama melaporkan ke Polsek Patumbak. Selanjutnya, ditemukan brankas di sebuah ladang jagung dan setelah kita selidiki, ternyata brankas tersebut merupakan brankas dari kantor Pengadilan Agama. Kemudian, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut dengan cara memeriksa saksi dan hasil dari rekaman Circuit Closed Television (CCTV), tersangka teridentifikasi. Lalu kita berhasil menangkap tersangka FS saat berada di sebuah warung tuak di kawasan Medan Amplas,” jabar Bram.

Dijelaskan Bram, dari hasil penangkapan tersangka FS, pihaknya juga berhasil menangkap dua pelaku lainnya dan melumpuhkan tersangka RDS akibat melawan petugas saat dilakukan penangkapan.

“Untuk dua pelaku lainnya, kita ringkus di kawasan Terminal Sidikalang, Kabupaten Dairi berdasarkan pengembangan dari tersangka FS. Seorang pelaku kita berikan tindakan tegas dan saat ini tengah mendapat perawatan medis di RS Bhayangkara. Selanjutnya kita akan memburu tiga pelaku lainnya yakni, Barus, Lundu Gondrong Sitanggang dan Raja Hutahaean (DPO),” jelasnya.

Saat disinggung apakah ada keterlibatan pihak Pengadilan Agama, Bram menyebutkan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk masalah keterlibatan orang dalam, belum dapat kita pastikan. Karena dari keterangan ketiga tersangka ini, yang merencanakan aksi tersebut yakni salah seorang dari rekan mereka merupakan otak pelaku yang saat ini kita masukkan dalam daftar pencarian orang. Jadi kita saat ini fokus untuk mengejar otak pelaku, karena yang bersangkutan yang merencanakan aksi tersebut,” jelasnya.

Dikatakan Bram, para pelaku merupakan sindikat pencurian brankas antar Provinsi. “Mereka ini bisa dikatakan sindikat dan kerap beraksi mencuri berangkas di instansi-instansi pemerintahan. Jadi mereka juga beraksi di luar Provinsi dan beberapa rekan komplotan mereka ada yang tewas karena ditembak oleh polisi di daerah lain. Ketiga tersangka dikenakan Pasal 363 ayat 1 ke 4e dan 5e KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 7 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *