Sumut Didesak Bantu Atasi ‘Jeritan’ Petani Karo

MEDAN | Pimpinan DPRD Sumut mendesak Pempropsu Cq Dinas PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Alam) dan BWSS (Balai Wilayah Sungai Sumatera) I segera membantu Pemkab Karo untuk mengatasi ‘jeritan’ petani Karo untuk mengairi ribuan hektar areal pertanian di Kecamatan Payung dan Tiganderket yang terancam gagal panen, akibat kekeringan.

KEPALA BARESKRIMDesakan itu diungkapkan Ketua DPRD Sumut H Ajib Shah SSos dan Wakil Ketua Ruben Tarigan SE kepada wartawan, Senin (30/3/2015), di DPRD Sumut menanggapi terancam gagalnya tanamnya ribuan hektar lahan pertanian di Kecamatan Payung dan Tiganderket Kabupaten Karo, akibat mengelami kekeringan serta susutnya permukaan air Danau Lau Kawar.

“Pemprop Sumut Cq SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait harus segera turun tangan membantu Pemkab Karo mengatasi penderitaan masyarakat Karo pasca terjadinya erupsi Gunung Sinabung serta menyusutnya air Danau Lau Kawar, sehingga Sungai Lau Borus mengalami kekeringan dan mengancam gagal panennya ribuan hektar lahan pertanian,” tandas Ajib Shah.

Ajib mendesak Gubsu, untuk secepatnya mengucurkan angggaran dari APBD maupun APBN yang sudah dialokasikan untuk dana bencana alam yang sifatnya mendesaka, agar keluhan dan penderitaan masyarakat petani akibat dilanda kekeringan dapat segera teratasi. “Alangkah bijaknya dana bencana alam yang ada di BWSS I maupun Dinas PSDA dipergunakan,” tandasnya.

Sementara itu, Ruben Tarigan bahkan mendesak Gubsu untuk melakukan gerak cepat mengatasi keluhan petani, dengan membuat pompanisasi menggunakan mesin diesel, agar ribuan hektar areal pertanian yang sudah mengalami kekeringan akibat menyusutnya air danau lau Kawar dapat segera teraliri.

“Bupati Karo kita minta segera memohon kepada Gubsu agar membuat pengairan sementara semacam pompanisasi (penghisap) air dengan menggunakan mesin disel, agar bisa mengairi areal pertanian yang melanda kekeringan. Dengan sendirinya, air dari Danau Lau Kawar bisa dihisap ke Sungai Lau Borus, kemuadian dialirkan ke areal pertanian di Kecamatan Payung dan Mardinding,” tandasnya.

Menurut Ruben, hal semacam ini pernah dilakukan di Kabupaten Deliserdang pasca jebolnya Bendungan Sei Belumai yang hampir seluruh arela pertanian di kabupaten itu terancam kekeringan, sehingga dicari solusi sementara, yakni membuat pompanisasi menghisap air dengan menggunakan mesin diesel, yang akhirnya areal pertanian dapat diselamatkan.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Ruben Tarigan dan Ketua DPD Partai Golkar Sumut Ajib Shah itu yakin, ribuan areal pertanian di Kabupaten Karo dapat segera terselamatkan, jika Pempropsu dan Pemkab Karo bekerja sama membuat pipanisasi dengan menggunakan mesin diesel untuk menghisap air Danau Lau Kawar, kemudian dialirkan ke Sungai Lau Borus.

Ruben dan Ajib juga mengigatkan Dinas PSDA maupun BWSS I untuk melakukan pengerukan Sungai Lou Borus dari debu maupun lumpur dan batu-batuan dari erupsi Gunung Sinabung, agar arus sungai dapat normal kembali.

“Kita tahu, akibat erupsi dan lumpur Sinabung, Sungai Lou Borus mengalami penyempitan dan pendangkalan, sehingga harus segera dikeruk menormalisasi sungai, kalau tidak, kita megkuatirkan, jika terjadi banjir lumpur secara tiba-tiba, Sungai Lau Borus tidak akan mampu menampungnya dan tentunya akan mengalir ke areal pertanian masyarakat,” tandas Ajib Shah. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *