Ugal-ugalan di Jalan| Sesama Mobil Tahanan Kejari Medan Tabrakan

MEDAN | Diduga rem blong, mobil Toyota Dyna 115PS warna Hijau dengan nomor Plat BK 9675 H milik Kejaksaan Negri (Kejari) Medan yang membawa 38 orang tahanan bertabrakan dengan sesama mobil milik Kejari Medan yang juga membawa sejumlah tahanan di Jalan Kapten Muslim, Medan Helvetia, Senin (30/3/2015).

mobil tahananKEPALA BARESKRIMInformasi dihimpun di lokasi kejadian, mobil tahanan BK 8514 H bertabrakan dengan mobil tahanan lainnya BK 8675 H. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut. Namun, para tahanan sempat berteriak.

“Kami juga manusia walau pun kami tersangka. Kalian harus hargai juga HAM,” teriak para tahanan dari dalam mobil pesakitan yang mengalami kecelakaan itu.

Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Roni Bonic SIK SH saat di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengamanan dan evakuasi. “Personel kita turunkan untuk lakukan pengamanan dan evakuasi para tahanan,” kata Roni.

Dijelaskan Roni, sejauh ini tak ada korban jiwa, namun, korban luka. “Yang luka yakni supir mobil tahanan. Diduga karena rem blong,” pungkasnya.
Jumlah Tahanan Tetap dan Tak Ada Berkurang

Pasca tabrakan mobil tahanan Kejari Medan warna Hijau BK 9675 H yang membawa tahanan tujuan Tanjung Gusta Medan, di Jalan Kapten Muslim, Medan Helvetia, semua jumlah tahanan tetap dan tak ada berkurang, Senin siang.

“Semua jumlah tahanan tetap dan tak ada yang berkurang,” kata Wakapolsek Medan Helvetia, AKP Trila Murni SH.

Dijelaskan Murni, pada saat tabrakan yang diduga karena rem mobil blong, semua tahanan terkunci didalam. “Mobil tak terbalik hanya bagian depan mobil yang menabrak. Supir mobil tahanan hanya luka ringan dan sudah dievakuasi ke klinik terdekat,” bebernya.

Trila Murni menuturkan, begitu mendapatkan informasi mobil yang mengangkut tahanan bertabrakan, personel pun langsung diperintahkan turun ke lokasi.

“Seharusnya mobil tahanan itu dikawal dengan Vorider saat ke Tanjung Gusta dan dan sebaliknya. Dengan begitu, tak ada insiden seperti ini. Kita juga langsung menurunkan personel untuk melakukan pengaman arus lalu lintas,” akunya.

Amatan di TKP, arus lalu lintas menjadi macet karena mobil sembrono (mobil pembawa tahanan) milik Kejari melintang di badan jalan sehingga arus lalulintas menjadi terganggu.

Petugas kepolisian dari Polsek Helvetia, tampak mengatur arus lalu lintas. Arus lalulintas mulai lancar ketika mobil Sembrono itu dipinggirkan oleh mobil truk derek yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

Sementara itu, sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa pengemudi mobil tahanan yang melintas di jalan tersebut selalu ugal-ugalan, seperti yang dikatakan Jenson Kristoper Silitonga, Siswa SMK Markus II, Jalan Pembangunan No 4, Helvetia ini menyaksikan langsung kejadian nahas tersebut.

Jenson menyebutkan, semua pengemudi mobil tahanan memang demikian adanya, selalu ngebut, gak perduli dengan pengendara lain, sembrono kali.

“Macam jalan bapak moyangnya aja jalan itu dibuatnya bang, sesuka hatinya dia bawa mobil itu, sekarang kena batunya dia. Tabarakan dia dengan sesama mobil tahanan juga, “jabar Jenson yang tampak mengenakan seragam sekolah pada siang hari itu. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *