Calon Mahasiswa Baru Bakal Dites Urin Narkoba

MEDAN | Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan memberlakukan aturan baru untuk calon mahasiswa di tahun ajaran 2015-2016 mendatang berupa tes urin.

KEPALA BARESKRIMPemberlakuan tes urin itu untuk mengetahui apakah ada pengaruh narkoba di dalam tubuh calon mahasiswa baru tersebut. Upaya ini sendiri mendapat respon positif dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) serta pen­ggiat anti narkoba di Sumut.

Wakil Rektor III Universitas Sumatera Utara (USU), Raja Bongsu Hutagalung menilai langkah Kemenristek Dikti ter­sebut akan membuat kesadaran generasi muda akan bahayanarkoba semakin meningkat, sehingga penolakan terhadap penyalahgunaan barang haram yang bisa mematikan itu akan semakin kuat.

“Cara dan langkah-langkah ini me­rupakan hal yang positif mencegah dan me­nanggulangi peredaran narkoba di per­guruan tinggi. Apalagi saat ini narkoba sudah masuk darimana saja, bahkan penjara disebutkan sebagai tempat yang lebih aman untuk mengendalikan pe­redarannya,” kata Bongsu di kampus USU Padang Bulan Medan, kemarin.

Terkait dengan itu, kata Bongsu, para perguruan tinggi di Indonesia telah dipanggil Kemenristek Dikti untuk pe­nanggulangan narkoba di kampus-kampus, termasuk korupsidan teroris. Saat ini pihak PTN dan BNN akan ber­koordinasi untuk mencari solusi atas pem­biayaan pemberlakuan tes narkoba tersebut.

“Bagaimana mencari solusi kerjasama agar pembiayaannya bisa se­minim mung­kin. Upayaini juga salah satu cara untuk mencegah penghancuran ter­hadap ge­nerasi muda bangsa ini,” ungkapnya.

Kepala Humas Universitas Negeri Medan (Unimed), Muhammad Surip mengatakan, kendati belum dibicarakan pada tingkat pimpinan, tes urin pada maha­siswa baru bukan barangbaru di Unimed.

Selain sudah menjadi wacana, saat ini, tes urin sudah diberlakukan bagi mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) serta PPG pada jalur Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T).

“PPG itu salah satu persyaratannya tes urin dengan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumut,” katanya.

Namun, untuk memberlakukan tes urin bagi mahasiswa baru, menurutnya diperlukan Peraturan Menteri (Permen) sekaligus untuk mengetahui teknis pe­laksanaannya.

“Jika Permennya sudah ada, dipastikan seluruh PTN akan meng­­gelar hal itu. Kalau Permennya ditandatangani Mei-Juni, kami akan terapkan pada saat pemberkasan akhir,” bebernya.

Dengan pemberlakuan tes urin tersebut me­nurut Surip, pihaknya tidak lagi akan menyiapkan anggaran untuk tes tersebut karena akan ditanggung pemerintah.

Untuk proses pelaksanaan, pihak Unimed menurutnya akan menggandeng BNNP Sumut seperti pada program PPG. Seluruh PTN termasuk Unimed menurutnya akan melaksanakan hal tersebut, karena institusi pendidikan harus bebas dari narkoba.

“Tentunya kami mengapresiasi sekali hal itu. Karena memang tidak boleh ada ruanguntuk narkoba di institusi pendidikan tinggi,” jelasnya.

Pemberlakukan tes urin bagi maha­siswa baru justru telah diterapkan di sejumlah PTS, seperti Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Dharmawangsa,Universitas Pancabudi dan sejumlah kampus swasta lainnya.

Wacana Kemenristek Dikti itu diakui mantan Kepala BNNP Sumut Kombes Pol Rudi Teranggono SSt M.K suatu langkah yang tepat untuk mengentaskan penyalahgunaan narkoba.

“Kita harapkan keinginan untuk menciptakan Indonesia yang bebas narkoba pada 2015 dapat lebih cepat tercapai dan terlaksana,” ungkapnya.

Menurutnya, aturan ini akan efektif me­ningkatkan kesadaran masyarakat terutama anak-anak muda akan bahaya dan kerugian yang ditimbulkan oleh narkoba.

“Tes narkoba bagi calon mahasiswa itu me­rupakan program pemerintah yang komit dalam pemberantasan narkoba, yang selama ini telah banyak merusak moral para generasi muda harapan bangsa,” ungkapnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *