Gubernur: Anak Sekolah Jadi Sasaran Pengedar Narkoba

BANDA ACEH | Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah mengaku prihatin atas bahaya dan jumlah korban penyalahgunaan narkoba di Aceh yang sudah makin meningkat dan telah meluas sampai ke desa-desa. Bahkan anak-anak sekolah pun kini sudah menjadi sasaran pengedar narkoba.

KEPALA BARESKRIMUntuk itu, diperlukan langkah pencegahan yang konkret dan terencana, antara lain, dengan memasukkan bahaya penyalahgunaan narkoba ke dalam kurikulum sekolah.

“Dengan dimasukkannya bahaya penyalahgunaan narkoba dalam kurikulum sekolah, sehingga sejak dini anak sekolah bisa mengetahui, mewaspadai, mencegah, dan memerangi bahaya penyalahgunaan narkoba tersebut,” kata Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, di halaman Kantor Gubernur Aceh, (6/4/2015), seusai acara Deklarasi Gerakan Nasional Rehabilitasi 100.000 Orang Penyalah Guna Narkoba dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2015.

Menurut Gubernur Zaini, orang yang terkena narkoba, apalagi sudah menjadi pecandu berat, daya pikirnya menjadi lemah, semangat bekerjanya rendah, fisiknya pun tidak sehat.

Bahkan, narkoba bisa mendorong orang tersebut berbuat tindak kriminal, menyusahkan, dan meresahkan orang lain di lingkungannya.

Oleh sebab itu, kata Zaini, orang tua tidak bisa hanya membebankan penanganan soal narkoba ini hanya kepada aparat kepolisian dan BNN saja, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Terkait dengan upaya pemberantasannya, Gubernur Zaini menyampaikan empat hal. Pertama, kepada seluruh elemen masyarakat agar terlibat aktif melakukan langkah konkret mencegah peredaran dan pemakaian narkoba.

Kedua, BNN Pusat maupun provinsi terus aktif menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba, sehingga lembaga ini semakin aktif melakukan koordinasi dalam mengambil langkah strategis guna memutus mata rantai narkoba di Aceh.

Ketiga, dukung langkah mengintegrasikan penanaman kesadaran akan bahaya narkoba ke dalam kurikulum pendidikan. “Para guru kita minta memberi perhatian khusus dalam pendidikan antinarkoba di sekolah masing-masing,” ujarnya. srb

Keempat, seluruh masyarakat diminta Gubernur Zaini membantu memberikan pelayanan prima kepada penyalah guna narkoba agar mereka tidak kambuh lagi. (srb/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *