Polresta Medan Panggil Dokter Terduga Mallpraktek

MEDAN | Kasus dugaan mallpraktek yang dituduhkan pada dr Herry telah ditangani oleh Polresta Medan dengan memanggil untuk pemeriksaan.

KEPALA BARESKRIMPemanggilan dokter yang bertugas di RS Mitra Sejati terkait meninggalnya pasien BPJS bernama Maruli Silalahi (33) di RS yang berada di Jl AH Nasution itu pasca menjalani operasi usus buntu.

Kendati penyidik Sat Reskrim Polresta Medan belum menerima hasil Labfor Mabes Polri Cabang Medan atas penyebab kematian korban, penyidik Polresta Medan mengundang dr Herry untuk wawancara dengan penyidik.

Hal tersebut terkuak saat wartawan berbincang dengan Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram, Rabu (8/4/2015).

Dikatakannya, saat ini pihaknya belum bisa berbuat banyak mengenai kasus dugaan mallpraktek tersebut. Sebab, belum keluarnya hasil dari Labfor Mabes Polri Cab Medan menjadi salah satu kendalanya.

“Hingga saat ini, kita belum bisa berbuat banyak. Karena, hasil labfor belum keluar,” ucapnya.

Terang Wahyu, akibat pihaknya belum menerima hasil labfor tersebut membuat mereka tidak bisa menanyakannya kepada IDI selaku tim ahli secara teknis.

“Makanya belum kita tanyakan ke IDI, apakah benar dokter tersebut melakukan malpraktek atau tidak. Karena, hasil labfor itu yang menjadi pertanyaan kita ke IDI. Sampai saat ini kita belum menerimanya,” ungkapnya.

Kemudian, Wahyu juga mengatakan, saat ini pihaknya telah mengundang dr Herry untuk dilakukan wawancara terkait tudingan tersebut.

“Saat ini, kita sudah undang dokter tersebut untuk datang ke Polresta untuk wawancara. Tapi saya tidak ingat kapan waktunya. Coba tanyakan ke kanit tipiter. Dia yang nangani kasus itu,” pintanya.

Kanit Tipiter Sat Reskrim Polresta Medan, AKP Bayu mengatakan, pihaknya telah menentukan 2 hari untuk dilakukan wawancara kepada dr Herry yakni, Selasa (14/4/2015) dan Kamis (16/4/2015) mendatang.

Kemudian, tambah Bayu, hingga kini juga pihaknya belum menerima hasil rekam medis dari rumah sakit mengenai kematian korban. “Sudah kita minta rekam medisnya. Tapi belum kita terima,” pungkasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *