Antar Mahasiswa Unimed Bentrok

MEDAN | Bentrokan antar mahasiswa terjadi, (8/4/2015) malam, di depan Kampus Universitas Negeri Medan (Unimed). Bentrokan dipicu kekesalan terhadap mahasiswa jurusan Fakultas Olahraga Unimed yang mengas – gas sepeda motornya di depan parkiran Fakultas Teknik Unimed.

KEPALA BARESKRIMTernyata aksi itu memancing amarah mahasiswa jurusan Fakultas Teknik. Mahasiswa itu bernama D Manik mengusik ketenangan mahasiswa lain dengan mengas – gas motor ke arah parkiran Fakultas Teknik.

Merasa tidak enak mendegarkan suara sepeda motor milik D Manik, akhirnya S Sitepu mahasiswa Fakultas Teknik memanggil temannya, dengan maksud menghadang motor milik D Manik keluar dari kampus dengan mempalangnya di depan pintu keluar pertama Unimed Jalan IAIN.

Kemudian, S Sitepu memanggil D Manik. Cekcok antara keduanya terjadi. Adu fisik pun terjadi, D Manik dipukuli. Tak terima diperlakukan dengan anarkis, D Manik memanggil teman – temannya di dalam ruang latih Olahraga, untuk membantunya.

Bentrokan antar kedua fakultas di Unimed tak terhadang lagi. Agar bentrokan itu tak meluas, maka aparat keamanan Unimed melerainya dengan berkoordinasi dengan Biro Rektor Unimed.

Pembantu Rektor III Prof Dr Biner Ambarita MPd mengatakan, sudah mendamaikan kedua mahasiswa di UNIMED yang sempat terjadi bentrokan dan mengakibatkan beberapa mahasiswa mengalami luka – luka akibat lemparan batu.

Kedua mahasiswa tersebut sudah membuat pernyataan / perjanjian berdamai di depan Pembantu Rektor III Prof Dr Biner Ambarita MPd, Dekan FIK Olahraga Drs Basyaruddin Daulay MKes, Dekan Teknik dan Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ronal Sipayung. Ditambahkannya, jika kedua fakultas tersebut melanggar perjanjian yang diberikan oleh Dekan masing – masing, kedua fakultas sudah siap menjalankan hukuman dan kedua mahasiswa itu akan dikeluarkan dari kampus Unimed.

Menurut Biner, ini sudah kelewatan. Hanya gara – gara sepele sudah dibawa permasalahan menjadi besar. “Kami harus sering menasehati anak – anak muda saat ini, agar dikemudian hari mereka jangan terpengaruh provokator dari luar ataupun dari dalam,” katanya seraya menambahkan, kalau tidak ada provokator pasti tidak ada keributan antara kedua fakultas tersebut. Saya yakin, diantara kedua Fakultas tidak pernah terjadi keributan apalagi seperti lempar – lemparan batu dan ini sudah tidak wajar lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Ronal Sipayung mengatakan, permasalahan diantara kedua mahasiswa tersebut berawal sepele, karena salah satu mahasiswa mengas – gas sepeda motornya ke arah lawan, sementara lawan sangat kesal mendegarkan suara sepeda motor milik D Manik dari Fakultas Olahraga. Maka itu, terjadilah bentrokan antara kedua Faakultas tersebut hingga menimbulkan korban kepada mahasiswa di Unimed.

Mendapat informasi bentrokan antara mahasiswa Unimed, Ronal langsung memerintahkan personil dari Kepolisian Polsek Percut Sei Tuan untuk melihat bentrokan kedua mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Olahraga,” terang Kapolsek Percut Sei Tuan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *