Pers Meminta Kapolresta Usut Penganiayaan Wartawan Medan

MEDAN | Sebagai bentuk solidaritas atas penganiayaan yang dialami salah seorang wartawan di Medan, puluhan ‘kuli tinta’ dari sejumlah media, baik cetak maupun elektronik menggelar aksi damai di depan Mapolresta Medan, Kamis (9/4/2015).

jurnalisKEPALA BARESKRIMDalam orasinya, Suwandi selaku koordinator aksi, menyesalkan aksi anarkis yang dilakukan oknum anggota Sabhara Polresta Medan terhadap wartawan saat bertugas. Dimana, sebagai anggota Polri, seyogianya bertugas mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat.

“Seharusnya, aparat kepolisian bertindak sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat. Bukan malah menindas masyarakat khususnya wartawan. Tindakan ini sudah melanggar kebebasan pers untuk melakukan tugas jurnalistiknya,” teriak Suwandi.

Karena itu, massa meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi anarkis tersebut dan memberi kebebasan pers dalam melakukan tugasnya sebagaimana amanat Undang-Undang RI No 40 tahun 1999, tentang Pers.

“Kita tidak mau terjadi korban Thamrin-Thamrin berikutnya. Kasus ini harus diusut tuntas,” pintanya.

Aksi yang berlangsung hampir dua jam tersebut berlangsung aman dan tentram. Wakasat Reskrim Polresta Medan, AKP Viktor Ziliwu didampingi Wakasat Intelkam, Kanit Propam Polresta Medan, berjanji akan mengusut kasus ini dengan netral dan tuntas.

“Kita akan mengusut secara profesional. Kita tidak melindungi anggota apabila melakukan kesalahan. Kasus ini akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” janjinya.

Seperti diberitakan, seorang wartawan Harian Andalas, Thamrin Samosir dilaporkan menjadi korban penganiayaan belasan oknum anggota Sabhara Polresta Medan saat melakukan tugas jurnalistik di areal PRSU Medan, pada (5/4/2015).

Peristiwa itu sendiri telah dilaporkan ke SPKT Polresta Medan dengan STPL No. 807/K/IV/2015/SPK Resta Medan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *