Agung Laksono Ajak Kader Golkar Sumut Bangkit dari Keterpurukan

MEDAN | Konsolidasi internal Partai Golkar Sumut yang dihadiri Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol Agung Laksono di Hotel Tiara Convention Hall terasa hambar. Pasalnya, hanya segelintir kader utama yang diduga dari partai Golkar Munas Bali yang hadir ditengah – tengah rapat konsolidasi internal membuat kericuhan partai Golkar, (11/4/2015).

KEPALA BARESKRIMPantauan, tidak tampak hadir seperti H Ajib Shah Ketua DPRD Sumut sebagai partai Golkar dan HM Syaf Lubis Ketua DPD Partai Golkar Medan.

Sementara kader – kader partai Golkar Munas Ancol dari Kab/Kota di Sumut mendukung Agung Laksono jadi pemimpin di partai Golkar. Setelah pembukaan rapat konsolidasi internal, Ketua DPRD Sumut dan Ketua DPD partai Golkar tidak tampak hadir di Hotel Tiara Covention Hall Jalan Imam Bonjol Medan.

Diduga para kader partai Golkar Munas Bali sempat tidak membuat keributan dan rapat konsolidasi berjalan aman yang dipimpin oleh kubu Agung Laksono. Kader partai Munas Bali yang dipimpin ARB, sempat mendengarkan arahan dari Ketua Panitia/Plt Sekretaris Sumut Partai Golkar Munas Ancol, HA Yasyir Ridho Lubis.

Ridho Lubis menjelaskan kepada seluruh kader partai Golkar Munas Ancol, jabatan yang diberikan oleh Agung Laksono yang dipegangnya saat ini, akan selalu dijaganya. Dan Ridho akan berjanji dengan tugas yang diberikan oleh Ketum akan dikerjakan.

Dari 33 Kab/Kota di Sumut partai Golkar kubu Agung Laksono, masih belum berjalan dan beberapa kader partai Golkar kubu Agung Laksono masih kosong di daerah Kabupaten,” kata Ridho.

Ridho juga mengakui figur Leo Nababan, yang sudah membawa nama Golkar dan mengharumkan nama partai di dalam kepemimpinan Agung Laksono pada tahun 2000 hingga saat ini.

“Bang Leo selalu membawa nama Golkar. Dulu saya memberikan SK pengangkatan sebagai pelaksana tugas (Plt) di Kab/Kota Sumut kepada Ketua DPD partai Golkar Munas Ancol, Leo Nababan, agar diberikan kepada Ketum, Agung Laksono. Beliau langsung mengangkat saya sebagai Plt Sekretaris partai Golkar di Sumut,” katanya.

Leo Nababan meminta, agar kader Golkar tetap solid untuk menghadapi tantangan ke depan. Tiba – tiba saja, dari arah belakang muncul teriakan dari puluhan orang yang diduga kubu ARB.

Woi, enggak sah kalian itu. Ini inkonstitusional dan enggak ada ini semua. “Kami ini juga kader Golkar,” teriak puluhan pemuda sambil menunjukkan tangannya ke arah Ketua DPD Partai Golkar Munas Ancol.

Mendengar hal itu, Ketua DPD partai Golkar, Leo Nababan mencoba menenangkan massa. Dan akhirnya massa dari kubu ARB menjadi semakin memanas dan akhirnya puluhan pemuda tersebut semakin maju untuk mendekatkan podium. Tak heran, wajah Leo sempat marah melihat kedatangan puluhan pemuda.

“Saudara kalau tidak sepaham silahkan keluar, kami disini tidak melayani keributan”, kata Leo. Setelah itu, Leo meninggalkan podium dan duduk dengan wajah beringas sambil meminumkan air mineral.

Puluhan pemuda yang diduga dari kubu ARB masih saja membuat keributan dengan mengatakan, “Semua ini tidak sah dan ini harus dibubarkan, karena kami pun juga kader Golkar. Jangan ada yang menghalangi kami, jika kami menyampaikan aspirasi kepada kader – kader Golkar di sini.”

Melihat kelakuan para pemuda tersebut, puluhan intel dari Polresta Medan dengan berseragam preman langsung mendekat ke kubu yang memancing kericuhan. Agung sendiri terlihat duduk sambil terseyum ke arah media massa bersama pengurus DPD partai Golkar untuk menjalankan organisasi kepartaian di Sumut.

Ketika Agung Laksono memberikan pidatonya kepada seluruh kader dan pengurus DPD partai Golkar. Teriak – teriakkan para pemuda yang dilontarkan kepada seorang Ketum Agung Laksono.

Agung tetap melakukan pidatonya kepada seluruh kader dan pengurus DPD partai Golkar untuk menyampaikan arahan – arahan, bilamana ada badai kita tidak perlu takut dan saya selaku Ketua Umum kita harus maju di dalam koridor kepartaian.

Agung mengatakan, kader – kader partai Golkar diajak bangkit dari keterpurukkan dari ekonomi. “Saya berjanji akan memberikan solusi kepada Kepresidenan, agar ekonomi kita di Indonesia ini tidak terpuruk lagi,” ujarnya.

Agung pun mengajak para kadernya untuk menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa, sedangkan puluhan pemuda dari Munas Bali mengumandangkan tak’bir.

Wartawan yang mencoba menanyakan kepada Anggota DPRD Sumut dari Komisi A Partai Golkar, Fernando Simanjuntak siap memajukan Agung Laksono menjadi Ketua Umum partai, karena beliau cocok menjadi pemimpin kepartaian.

“Saya selaku anggota pengurus partai Golkar Munas Ancol siap merekrut kader – kader partai Golkar mulai dari Kota Sibolga, Tapteng, Taput, Humbahas, Samosir dan Tobasa,” tegas Fernando. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *