Bentrok Dua OKP di Perumnas Mandala | 32 Orang Diamankan

MEDAN | Bentrok antar Organisasi Kepemudaan (OKP) kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Medan. Kali ini, bentrokan tersebut terjadi di Jalan garuda Perumnas Mandala, tepat di bawah ruas Jalan Tol Belmera.

okp medanKEPALA BARESKRIMPemicu bentrok antar OKP yang terjadi Kamis (16/4) siang disebut – sebut dikarenakan plang IPK dibakar oleh pihak anggota PP.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, bentrokan sekelompok anggota OKP yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Karya (IPK) dihadang oleh kelompok OKP lainnya ketika melintas di Jalan Garuda Perumnas Mandala, Medan.

Imbas dari kejadian tersebut, akhirnya Polresta Medan mengamankan puluhan anggota IPK yang terlibat bentrok dengan salah satu OKP lainnya.

Sementara itu, salah seorang anggota IPK yang turut diamankan petugas di Mapolresta Medan ketika dikonfirmasi menuturkan, ia bersama rekannya dihadang oleh sekelompok OKP tanpa mengenakan seragam ketika sedang melintas.

“Kami tadi mau mengikuti acara pelantikan Satgas IPK di Hotel Danau Toba, tiba-tiba di bawah Jembatan Tol jalan Garuda kami dihadang dan terjadi bentrokan,” ujar Rizman Simamora warga Jalan Pancing Gang Rela, Medan.

Menurut Rizman, keributan ini dipicu karena plang IPK dibakar oleh pihak anggota PP yang akhirnya menimbulkan bentrokan tersebut.

“Plang IPK ada yang dibakar mereka, tadi kami mau pelantikan tiba-tiba dihadang dan langsung diserang oleh anggota PP, mereka pakai baju biasa, tapi mereka gak ada yang ditahan,” jelasnya.

Petugas gabungan Polsek Percut Sei Tuan dan Mapolresta Medan yang mendapat informasi adanya keributan, langsung turun ke lokasi kejadian untuk mengantisipasi kericuhan meluas.

Sekitar 32 orang pria mengenakan baju seragam IPK diamankan polisi beserta tujuh batang bambu dan rotan, satu batang broti, belati, delapan bilah golok dan pedang samurai dan kampak beserta senjata lainnya sebagai barang bukti.

Puluhan anggota OKP yang diamankan petugas kemudian diperiksa di ruang Judisila Polresta Medan.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol wahyu Bram yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Tersangka sudah diamankan di Mapolresta Medan, ada 32 tersangka yang diamankan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Fisipol Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar yang dimintai tanggapannya menyebutkan, inti dari persoalan bentok tersebut adalah persoalan ekonomi.

“Semuanya itu adalah sesuatu yang terkait dengan ekonomi. Memang multi faktor penyebab dari bentrokan tersebut, akan tetapi semuanya bermuara pada persoalan ekonomi meski cara dan prosesnya berbeda,” ujar Shohibul.

Dikatakannya, dalam hal ini negara sudah alpa. “Seharusnya negara hadir untuk mengantisipasi itu semua,” katanya.

Menurut Shohibul, minimnya kesempatan kerja dan rendahnya tingkat pendidikan adalah imbas dari persoalan besar ini. “Tugas Polisi hanya mengamankan dan menindak jika terjadi bentrokan, hanya sebatas itu, marilah kita kaji imbas dari persoalan ini,” jabar Shohibul lewat sambungan telepon seluler. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *