Gubernur Klaim Penderita Gizi Buruk di Aceh Menurun

LANGSA | Pada tahun 2012 jumlah penderita gizi buruk di Aceh sebanyak 782 kasus dan tahun 2014 jumlahnya sudah menurun tinggal 366 kasus.

KEPALA BARESKRIM“Artinya selama dua tahun terakhir kasus penderita gizi buruk mengalami penurunan sebesar 46 persen,” kata Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, pada peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-12 dan Hari Kesatuan Gerak PKK Aceh ke-43 serta pembukaan Langsa Fair di Gampong (desa) Paya Bujuk Beuromo, Kecamatan Langsa Barat.

Dikaitkan, upaya Pemerintah Aceh dalam menurunkan kasus penderita gizi buruk sudah menampakkan hasil, dan tidak akan berhenti untuk terus menempuh berbagai upaya dalam mengatasi permasalahan kasus gizi buruk di Aceh.

Kendati demikian, upaya ini perlu mendapatkan dukungan penuh dari pemerintahan kabupaten/kota, mengingat untuk pembangunan kesehatan, Pemerintah Aceh telah menanggung biaya kesehatan perorangan melalui program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA).

Sedangkan, biaya kesehatan amsyarakat sudah semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota. ”Ini sesuai dengan kewenangan Pemerintah Aceh dan Pemerintah kabupaten/kota,” ujarnya.

Persoalan gizi buruk pada hakikatnya adalah muara dari persoalan sebelumnya.Salah satunya yakni di sektor pertanian yang belum digarap secara optimal, sehingga berdampak terhadap ketersediaan pangan dan asupan gizi masyarakat.

”Ini sesuai dengan kewenangan Pemerintah Aceh dan Pemerintah kabupaten/kota,” ujarnya.

Untuk itu, diharapkan kepada para bupati/walikota agar menaruh perhatiannya yang serius dan sungguh-sungguh dalam upaya meningkatkan pembangunan di bidang pertanian serta ketahanan pangan.

Karena hasil pantauan kami, masih banyak lahan terlantas belum dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan pertanian dan tanaman pangan, perkebunan, peternakan serta perikanan.

Gubernur mengatakan, dalam raker camat se-Aceh, kita telah meminta kepada seluruh jajaran pemerintah kecamatan untuk mendorong masyarakat dalam upaya peningkatan produksi pertanian.

Sebab, bila sektor pertanian ini benar-benar digarap secara maksimal, maka persoalan-persoalan yang masih melanda dihadapan kita seperti kemiskinan, gizi buruk bisa teratasi.

Dalam kesempatan itu, gubernur menegaskan, dengan momentum peringatan BBGRM ini pentingnya peningkatan pembangunan di wilayah gampong. Peningkatan itu kita wujudkan dengan mengalokasikan anggaran pembangunan gampong sebagaimana tahun-tahun sebelumnya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebagaimana kita ketahui, mulai tahun ini implementasi Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa segera dilaksanakan.

Penggunaan anggaran pembangunan gampong yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan belanja Negara (APBN), diharapkan bisa dimanfaatkan secara efektif bagi pembangunan gampong dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Selain anggaran yang telah dialokasikan dari APBN, Pemerintah Aceh juga masih tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan pemakmue gampong (BKPG) sebanyak 6.474 gampong dalam wilayah Aceh.

“Tahun ini kita telah menyiapkan anggaran sebesar Rp30 juta per gampong yang dimanfaatkan untuk penguatan gampong, termasuk dibidang kesehatan dan kelancaran kegiatan posyandu,” ujarnya.

Wakil Walikota Langsa, Drs Marzuki Hamid MM, mengatakan, sesulit apapun yang kita kerjakan, bila dikukan secara bergotong-royong maka setiap pekerjaan itu akan dapat dengan mudah diselesaikan. Jadi, kepada para camat, mukim dan geuchik diharapkan agar semangat gotong-royong dalam upaya membangun gampong terus digalalakan dan dilaksanakan bersama-sama dengan seluruh unsur maupun komponen masyarakat.

Untuk itu, melalui BBGRM ke 12 ini, mari kita tingkatkan sinergisitas kegiatan dan kerjasama dengan segenap komponen masyarakat untuk mewujudkan percepatan pembangunan di gampong.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh, Drs Zulkifli HS MM menyampaikan, peringatan BBGRM dan PKK tingkat Provinsi Aceh tahun ini padukan dengan kegiatan lomba inovasi teknologi tepat guna se-Aceh,pembukaan Langsa fair dan penyerahan bantuan kepada masyarakat. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *