Rusmin Lawin Terpilih Kembali Sekjen FIABCI

MEDAN | Rusmin Lawin yang juga Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI terpilih kembali secara aklamasi untuk mendampingi Chairman Dato Alan Tong (Malaysia) dalam memimpin organisasi bergengsi ini di Annual General Meeting 2015 yang merupakan salah satu rangkaian agenda The 19th FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit 2015 di Manila, Pilipina, 17-18 April 2015.

rusminKEPALA BARESKRIMFIABCI Asia Pacific Regional Summit merupakan ajang tahunan prestisius yang dihadiri oleh FIABCI World President Robyn Waters (Australia ), Board Chairman Dato Alan Tong dan para delegasi dari Malaysia, Indonesia, Singapore, Thailand, Japan, Korea, China, India, Australia dan tuan rumah Pilipina, ditutup dengan acara FIABCI Phillipines Real Estate and Property Award 2015 yang berlangsung di Grand Ballroom Marriott Hotel Manila.

Rusmin Lawin mengatakan, tema summit kali ini berjudul Cities of the Future: Asia Pacific dengan pemikiran bahwa sejak Global. Financial Crisis 2008 pusat pertumbuhan ekonomi dunia sudah bergeser ke Asia Pacific dan fenomena beberapa tahun terakhir ini mengindikasikan bahwa di era globalisasi ini persaingan ekonomi dunia bukan lagi bertumpu pada kompetisi antar negara akan tetapi lebih menitik beratkan pada persaingan antar kota kota dunia.

“Kita harus terus mengeksporasi ide dan model pembangunan kota yang efisien, efektif dan berkesinambungan serta ramah lingkungan (green and sustainable city development),” katanya, Senin (27/4/2015), di Medan.

Menurut Rusmi Lawin, khusus dalam konteks tanah air kita harus mengantisiasi bagaimana agar bisa mengubah tantangan menjadi peluang pasca berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 terutana dalam sektor real estate.

“Organisasi international seperti FIABCI ini sangat bermanfaat bagi kita terutama dalam hal berbagi pengetahuan dan pengalaman serta memperluas jaringan investor international,” tegas Rusmin Lawin.

Rusmin Lawin dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Maritim Kota Medan, menyempatkan berkunjung ke proyek raksasa Manila Bay City yang merupakan super project pemerintah Kota Manila dalam rangka studi banding dan menggali ide-ide tambahan yang akan dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan konsep Medan Water-front City di kawasan Medan Utara.

“Saat ini, kami sudah mendapatkan tiga referensi dalam mengembangkan konsep Medan Water-front City, yaitu The Light Water-front Penang, Marina Bay Singapore dan Manila Bay City,” ungkap Ketua APINDO Medan.

Mengingat Kota Medan sebagai pintu gerbang internasional Indonesia bagian Barat dan merupakan kota ketiga terbesar di Indonesia, maka sudah selayaknya berbenah diri menciptakan suatu Iconic Project yang bisa mengangkat Medan sebagai salah satu kota investasi dunia terutama menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Kalo Medan Water-front City ini terwujud, maka Medan Utara akan menjadi pintu gerbang Utama masuknya wisatawan domestik dan internasional, dengan demikian kawasan ini akan keluar dari lingkaran kekumuhan dan taraf kesejahteraan masyarakatnya akan meningkat secara signifikan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *