USM Indonesia Kembangkan Industri Obat Tradisional

MEDAN | Obat tradisional yang merupakan bagian dari budaya bangsa Indonesia bisa semakin beragam manfaatnya dan aman untuk dikonsumsi dengan adanya peran perguruan tinggi.

relktor SarmutKEPALA BARESKRIM“Perguruan tinggi berperan melakukan penelitian dan pengembangan obat tradisional supaya dapat berkembang dan bersaing dengan obat tradisional asing,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provsu dr Raden Roro Siti Hartati Surjantini MKes ketika membuka seminar dan workshop tentang obat tradisional di kampus Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, (27/4/2015).

Seminar dan Workshop bertema Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional untuk Tindakan Preventif dan Kuratif Menuju Sehat Mandiri digelar Fakultas Farmasi Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia Sumatera Utara.

dr Raden Roro menegaskan, untuk pengembangan obat tradisional itu juga harus diperhatikan mutu dan kemasannya agar dapat bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Ketua Komite II DPD-RI, yang juga Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan Parlindungan Purba SH MM menyarankan Sumut membuat gerakan minum jamu sebagai bagian untuk mengembangkan obat tradisional.

Dia menilai saat ini masyarakat dunia membicarakan pola hidup Back to Nature. Oleh karena itu yayasan Sari Mutiara sangat mendukung diselenggarakannya seminar ini sebagai bagian dari dharma pengabdian masyarakat sivitas akademika Fakultas Farmasi USM Indonesia.

Untuk itu diharapkan seminar dan workshop ini akan menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi upaya bangsa Indonesia dalam memanfaatkan potensi alam Indonesia yang sangat kaya dengan berbagai jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Menurutnya, dengan kecenderungan masyarakat dunia back to nature maka potensi Fito Farmaka (Obat obat dari bahan tumbuhan) menjadi salah satu alternatif yang berpotensi besar untuk menjadi industri andalan Indonesia.

“Yayasan Sari Mutiara sangat mengharapkan ada hasil konkrit ide dan gagasan baru dari seminar ini sehingga benar-benar menghasilkan secara efektif pelaksanaan seminar dan workshop hari ini. Terutama bagi Fakultas Farmasi USM Indonesia jadikan ini sebagai motivasi untuk menggali lebih jauh lagi potensi besar alam indonesia untuk pengembangan dunia industri obat tradisional yang saat ini telah banyak menghasilkan dan membawa kesejahteraan bangsa,” pintanya.

Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes menyebutkan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya tanaman obat terbanyak di dunia.

“Menurut data dari berbagai sumber lebih 30.000 spesies tumbuhan di Indonesia dan 940 spesies diantaranya berpotensi dikembangkan menjadi tanaman obat. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terkaya di dunia dalam cadangan Plasma Nuftah Tanaman Obat,” katanya.

Dari 940 spesies tanaman yang ada baru 283 spesies tanaman saja yang telah digunakan oleh industri obat tradisional dan terdaftar di Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan.

“Saat ini menjadi momentum yang tepat bagi peneliti dan praktisi serta semua pihak terkait untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan tanaman yang tersedia di Indonesia untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat dan bangsa,” katanya.

Seminar ini menghadirkan Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT) KEMENKES RI Indah Yuning Prapti SKM MKes sebagai pembicara utama.

Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Sumatera Utara Dr Samran MSi Apt, dan Nerdy S.Farm MSi Apt (dosen Fakultas Farmasi USM-Indonesia) dihadiri Dekan Fakultas Farmasi USM Indonesia Dra Siti Nurbaya MSi Apt, ketua Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Sumatera Utara beserta seluruh pengurus. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *