Tak Hanya Cantik | Juga Berbakat Bisnis Clothing dan Kuliner

MEDAN | Seorang perempuan wirausaha muda, cantik, multi talenta yang sukses dalam menjalankan sebuah bisnis. Perempuan berbakat itu bernama Jihan Lutfiya.

jihan clothingKEPALA BARESKRIMJihan yang akrab disapa Gadish, kesehariannya seorang mahasiswi yang tertarik memasuki dunia perbisnisan. Ia memulai usahanya di Medan dengan bisnis clothing sejak tahun 2009. Dari usaha ini, Gadish kemudian berekspansi dengan menggeluti beberapa usaha di bagian franchise kuliner.

Ide awal bagi Gadish memasuki dunia perbisnisan karena berharap bisa menjadi perempuan yang mempunyai penghasilan sendiri tanpa menyusahkan keluarganya.

Ternyata perempuan cantik ini getol dan menyukai belanja melalui online shop. Maraknya bisnis online di dunia maya dan ‘booming’, juga melihat temannya yang berjualan online shop, membuat Gadish termotivasi untuk menggeluti dunia usaha di dunia maya.

Bermula dengan keisengan yang kemudian menjadi keseriusan dalam menekuni bisnisnya. Kemudian Gadish mencoba memulai usaha untuk berjualan baju dan aksesoris lainnya dengan menggunakan media sosial melalui BBM.

Ternyata, upaya dibarengi tekad dan semangat yang tinggi dalam merintis usahanya berbuah kesuksesan. Gadish bisa mendapatkan penghasilan yang besar dan tak pernah terbayangkan mahasiswa Fakultas Ekonomi USU Medan dapat tetap eksis berusaha sekalian melanjutkan pendidikannya.

Selama berkiprah selama kurang lebih 4 tahun, barulah di tahun 2013, ia berhasil dan berkembang membangun butik. Tak sekedar menggeluti bisnis di bidang fesyen, Gadish juga mengembangkan usahanya dan memilih bidang kuliner dengan membuka franchise kuliner.

Bisnis fesyen dengan butiknya dan bisnis kuliner merupakan buah dari upaya kerasnya dalam mengembangkan bakat kewirausahaannya yang tak terbayangkan bagi perempuan muda ini yang selazimnya masih dengan gaya hidup yang mengandalkan kemampuan orangtua.

Namun, hal itu jauh dari pikiran yang sejak awal ingin mandiri dengan merintis kewirausahaan yang telah tertanam sejak dirinya memasuki bangku kuliah.

Buah manis dari usaha perempuan berwajah ayu ini sudah mempunyai penghasilan sendiri dari usahanya itu. Gadish kini tengah melanjutkan kuliah S2 di Fakultas Ekonomi USU. Ia melanjutkan studi dengan biaya dari penghasilan usahanya tersebut. “Pendidikan bagi saya merupakan nomor satu, saya ingin menggapainya selagi muda,” kata Gadish.

Selain itu, Gadish tak lupa memberi tips bagi kaum perempuan dan generasi muda untuk menjadi perempuan yang tidak hanya mempercantik wajah dan penampilan, tetapi jadilah perempuan yang pintar dan hebat dalam pendidikan maupun usaha. “Inget B3= Beauty, Brain, and Behaviour. ” ujarnya.

Walaupun Gadish berasal dari keluarga yang berkecukupan, tetapi dia tidak ragu untuk menjalani usahanya, karena dia tidak ingin selalu bergantung pada kedua orang tuanya. Itulah motivasinya untuk mendapatkan penghasilan sendiri.

Orangtuanya Ir H Eddy Usman dan Evi Zulvie mengaku, awalnya sedikit ragu untuk memberikan izin untuk membuka usaha. “Tetapi ketika dia (Gadish) menunjukan hasil jerih payahnya dan semangatnya untuk berbisnis, dari situ saya yakin bahwa anak saya serius dengan bisnis yang dijalaninya. Kami selaku orangtuanya hanya bisa mendoakan agar usaha anak kami berjalan lancar,” ujarnya.

Usaha Gadish tidak selamanya berjalan mulus, karena clothingan yang dimilikinya pernah mengalami masa-masa sepi konsumen, sehingga dia harus memutar otak untuk menarik kembali minat konsumen dengan sistem marketing, mengadakan diskon atau pemotongan harga yang membuat konsumen kembali.

Untuk franchisenya, Gadish selalu memberikan menu-menu yang variatif dan inovatif dan diupload lewat media sosial Instagram. Gadish juga selalu turun tangan melayani konsumennnya disela kesibukannya menjalani kuliah.

Menurutnya, itu juga bagian dari hobby yang paling disukainya dan satu-satunya cara yang paling ampuh untuk dekat dengan konsumennya.

“Berusahalah selagi masih muda dan jangan gengsi untuk mengejar kesuksesan. Itulah motto hidup yang diterapkan oleh Gadish dalam menjalani hidupnya ke masa depan karena Gadish pernah merasakan suka dukanya dalam berbisnis. Sukanya, banyak pelanggan yang berkunjung ke butiknya juga membeli martabaknya sehingga mendapatkan keuntungan dari penghasilan aku. Dukanya, banyak pelanggan yang awalnya ragu pada saat membeli barang daganganku via online shop (Instagram),” ujar Gadish. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *