Ratusan Nyak-nyak di Langsa Terlantar Menunggu Bantuan Meugang

LANGSA | Ratusan Nyak-nyak terlantar menanti bantuan uang meugang di Kantor Walikota Langsa. Mereka mengaku akan diberikan bantuan oleh Walikota setelah menyerahkan KTP yang diminta Satuan Polisi Pamong Praja, Senin (15/6/2015).

Nyak-nyak LangsaKEPALA BARESKRIMDemikian dikatakan Aminah, salah seorang nenek yang mengaku penduduk Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat. Dirinya sejak pagi sudah duduk menunggu harapan bantuan itu di halaman Kantor Walikota Langsa, namun hingga petang belum juga ada tanda-tanda pemberian bantuan yang dibayarkan kepada mereka.

Selain ada isu bantuan uang meugang serta menurut kebiasaan umara terdahulu, bahwa dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini dimana sehari sebelum hari meugang (hari motong), kebiasaan di Aceh para umara memberi bantuan uang daging atau uang bumbu bagi Nyak-nyak orang miskin.

Berangkat dari isu dan kebiasaan yang terus berlanjut hingga saat ini, kendati sudah silih berganti pimpinan daerah terutama di Kota langsa.
Berbondong-bondonglah para nyak-nyak mendatangi dan berkumpul diKantor Walikota Langsa, semula mereka dimintai foto copy KTP oleh Satpol PP dengan maksud untuk diberi bantuan.

Namun setelah ramai pengumpulan foto copy KTP para Nyak-nyak pun terhenti, ujar mereka. kemudian tidak ada tanda-tanda pemberian bantuan, sementara mereka dihadang sejumlah petugas Satpol PP yang berjaga-jaga dipintu masuk lantai dasar Kantor Walikota, karena tidak ada kepastian sejumlah nyak-nyak yang membawa anak-anaknya berangsur-angsur mereka pulang.

Dari kekecewaan ini, sebahagian para nyak-nyak yang masih bertahan berjalan menuju Pendopo Walikota yang memang bersebelahan dengan Kantor Walikota hanya berpisah dengan jalan, sesampai disitu pintu gerbang utama pendopo tertutup dan dijaga sejumlah petugas SatPol PP.

Merasa tidak puas sejumlah Nyak-nyak kembali berjalan menuju pintu utama kedua Pendopo Walikota Langsa dan disitu para nyak-nyak mendorong-dorong pintu gerbang dan tak berlangsung lama disitu kemudian kembali dihadang sejumlah petugas satuan polisi pamong praja.

Berbekal harapan yang hampa sejumlah nyak-nyak yang masih tersisa itu terpaksa pulang, malah ada yang pulang kerumah berjalan kaki karena tidak memiliki uang ongkos naik becak, jelas aminah kepada awak media. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *