Bupati Harus Punya Visi Misi Jadikan Madina Kabupaten Religi

PANYABUNGAN | Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengimbau calon kepala daerah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus memiliki visi misi memperkuat Madina sebagai kabupaten religi di Sumut.

Wagub-MadinaKEPALA BARESKRIMHarapan itu dikemukakan Tengku Erry Nuradi dalam acara roadshow berbuka puasa bersama tim Safari Ramadhan 1436 Hijriah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina di Mesjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Madina, (26/6/2015).

Turut bersama rombongan, isteri Wagub Sumut Evi Diana Erry, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumut Amir Yanto SH MH MM, mewakili Polda Sumut AKBP Budiman, Kepala Kesbanglinmas Sumut Drs Eddy Syofian MSi, Kepala Bappeda Sumut DR Arsyad Lubis, Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olagraga Sumut Baharuddin Siagian dan perwakilan Kepala Biro Bina Kemasyarakatan dan Sosial Sumut.

Sementara jajaran Pemkab Madina hadir Bupati Madina H Dahlan Hasan Nasution, SKPD, Muspida serta para alim ulama setempat.

Erry menyatakan, Kabupaten Madina merupakan Serambi Mekah di Sumut yang melahirkan banyak para ustadz dan kaum ulama. Selain itu, Madina merupakan daerah yang paling banyak memiliki lembaga pendidikan berbasis agama Islam, baik dalam tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah, pesantren hingga tingkat institut dan sekolah tinggi.

Salah satu pesantren terbaik yang dimiliki Madina adalah Pesantren Mustafawiyah Purba Baru, Kotanopan. Pesantren tersebut memiliki santri dan santriwati mencapai 10 ribu orang yang dating dari berbagai kota di Indonesia, bahkan beberapa santri berasal dari Negara tetangga.

“Kabupaten Mandailing Natal melahirkan banyak ustadz dan alim ulama. Citra membanggakan ini harus tetap dipertahankan. Untuk itu, tidak berlebihan jika calon Bupati yang nantinya ikut dalam Pilkada 9 Desember mendatang harus memiliki visi dan misi yang dapat menguatkan Madina sebagai kabupaten religi,” harap Erry.

Erry juga optimis, Kabupaten Madina merupakan daerah strategis sebagai pusat pengembangan dan penelaahan Islam di Pulau Sumatera. Impian itu akan terealisasi jika Pemkab Madina dan Pemprov Sumut bersinergi dalam membangun Madina menjadi pusat pengembangan Islam.

“Tim Safari Ramadhan Pemmerintah Provinsi Jumat sore menyempatkan diri melihat kondisi asrama santri Pesantren Purba Baru. Kondisinya sangat memprihatinkan. Tidak ada sarana air bersih yang memadai. Santri terpaksa menggunakan air sungai. Lembaga pendidikan berbasis Islam di Madina layak mendapat perhatian. Dengan begitu, impian Kabupaten Madina sebagai pusat pengembangan Islam di Sumut akan terwujud, apalagi masyarakat Madina terkenal religius,” ujar Erry optimis.

Erry juga mengatakan, guna mendorong program swasembada pangan dan pertanian di Kabupaten Madina, Pemprov Sumut telah mengalokasikan APBD 2015 guna merealisasikan Rencana Kerja (Renja) bidang Pengembangan Sumber Daya Alam (PSDA) yakni rehabilitasi dan perbaikan sekaligus peningkatan infrastruktur irigasi primer di Pakantan sepanjang 60 meter dan perbaikan irigasi Terusan sepanjang 65 km.

Selain itu, Pemprov Sumut juga telah menyusun Renja 2015 untuk pembangunan ruas jembatan Merah menuju Muara Soma sepanjang 3 km, ruas Simpang Pulo Padang menuju Batahan hingga Batas Sumatera Barat (Sumbar), perbaikan jembatan Aek Batu Masoang, jembatan Aek Ranto Sore dan perbaikan jembatan Aek Simpang Banyak.

Khusus pemerintah pusat melalui dana APBN juga telah menyusun Renja tahun 2015 untuk pembangunan ruas jembatan Merah Ranjau Batu menuju batas Sumbar sepanjang 7 km, ruas jalan Batang Toru menuju Rianiate hingga Batu Mundom sepanjang 1 km, ruas jalan Singkuang Tabuyung menuju Natal 15,79 km, ruas jalan Batu Mundom Tabuyung menuju Natal sepanjang 10 km, ruas jalan Rianiate menuju Batu Mundom sepanjang 6,50 km dan perbaikan jembatan KM 192.

“Program Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat ini bertujuan mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal. Dengan adanya saluran irigasi yang memadai dan ketersediaan jalan raya yang baik, kita optimis tingkat perekonomian masyarakat akan ikut membaik,” harap Erry.

Sementara Bupati Madina H Dahlan Hasan Nasution mengatakan, Madina memiliki 23 pondok pesantren yang tersebar di sejumlah kecamatan. Khusus Pesantren Purba Baru tercatat memiliki santri dan santriwati mencapai 10 ribu orang.

“Salah satu kebanggaan Madina adalah memiliki Pompes terbanyak di Sumut dan telah melahirkan ribuan ulama. Setelah menyelesaikan pendidikan di Pompes, para santri kemudian melanjutkan pendidikan ke sejumlah negara, termasuk Timur Tengah, kemudian kembali lagi ke kampung halaman untuk mengabdikan ilmunya,” ujar Dahlan.

Dengan demikian, sebut Dahlan, kualitas dan mutu pendidikan Islam di Madina terus berkembang sesuai dengan tuntutan jaman. “Perkembangan budaya Islam di Madina menciptakan masyarakat yang santun dan religius,” ucap Dahlan.

Usai acara buka puasa bersama, Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi secara simbolik menyerahkan bantuan kepada perwakilan 100 anak yatim dan 100 ulama serta bantuan kepada Masjid Al-Muhajirin Desa Perbaungan, Kecamatan Panyabungan. Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Madina juga menyerakan tali asih kepada sejumlah guru dari beberapa Pompes di Madina.

Selanjutnya, tim Safari Ramadhan Pemprov Sumut melaksanakan sholat tarawih bersama di Mesjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *