Wagub Apresiasi Tradisi Kerja Tahun Perdana di Medan

MEDAN | Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengapresiasikan pelaksanaan tradisi Kerja Tahun (merdang Merdem) perdana yang digelar di Medan. Tradisi Kerja Tahun lajimnya dilakukan sebagai bentuk syukur atas hasil pertanian yang melimpah ruah usai masa panen bagi masyarakat.

Tradisi Kerja TahunKEPALA BARESKRIMApresiasi tersebut disampaikan Tengku Erry Nuradi dalam acara Kerja Tahun bersama masyarakat Karo (Mburo Ateh Tedeh) sekaligus peringatan HUT Kota Medan ke 425 yang berlangsung di aula Medan Club, Jl RA Kartini Medan, (4/7/2015).

Hadir dalam acara tersebut sejumlah pemuka masyarakat Karo diantaranya Drs H Serta Ginting, Roy Fachraby Ginting, DR Budi Derita Sinulingga, Prof Ir H Menet Ginting, Prof Sukaria Sinulingga, Prof Budiman Ginting, Nabari Ginting, Ruben Tarigan, Baskami Ginting, Ratna Sitepu. Selain itu turut hadir tokoh masyarakat Melayu Datuk Adil Haberhaim, Syarifuddin Siba dan Rektor Universitas Panca Budi H Mhd Isa Indrawan.

Erry menyatakan, tradisi Kerja Tahun yang digelar di Medan merupakan bentuk rasa kebersamaan dalam membangun Kota Medan di usia yang ke 425 tahun (1 Juli 1590 – 1 Juli 2015).

“Suku Karo dan Melayu memiliki sejarah yang tidak dapat dilepaskan dari berdirinya Kota Medan. Sejarah Putri Deli sangat erat kaitannya dengan Karo. Salah satu bukti sejarah yang kini tetap lestari adalah Meriam Puntung yang ada di Istana Maimun dan bagian meriam yang kini ada di Sukanalu, Karo,” sebut Erry.

Erry juga mengajak mengajak masyarakat Karo yang berdomisili di Medan untuk membangun gerakan dalam upaya membantu para pengungsi Gunung Sinabung.

“Gunung Sinabung terus erupsi secara berkala dalam 3 tahun terakhir. Ribuan masyarakat terpaksa hidup dipengungsian. Pemerintah Provinsi sudah mengusulkan bencana Gunung Sinabung menjadi bencana nasional. Tetapi Pemerintah Pusat punya pertimbangan lain,” sebur Erry.

Erry mengajak seluruh masyarakat Karo, terutama yang tinggal di Kota Medan untuk membangun gerakan kepedulian dalam upaya menyelamatkan nasib pengungsi Gunung Sinabung yang kini masih menetap di tenda penampungan.

“Informasi yang kita peroleh, erupsi Gunung Sinabung diprediksi akan berlangusng hingga 5 tahun ke depan. Kondisi ini menjadi kendala bagi masyarakat Karo dalam menbangun daerah. Demikian juga masyarakat akan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena lahan pertanian yang menjadi mata pencarian utama masyarakat, tidak dapat ditanami,” tambah Erry.

Sementara tokoh suku Karo yang juga mantan anggota DPRD Sumut, H Serta Ginting meminta Bupati Karo terpilih nantinya dapat menyelesaikan kendala-kendala dalam penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung. Masyarakat Karo yang hidup dipengungsian merasakan penderitaan berkepanjangan. Selain itu pembenahan Pasar Berastagi dan Pasar Kabanjahe harus segera dilaksanakan, karena keduanya merupakan icon Tanah Karo.

“Kabupaten Karo harus bangkit. Bencana Sinabung telah menyebabkan Tanah Karo tertinggal dari daerah lain. Untuk itu Pemerintah Kabupaten harus melakukan percepatan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” harap Ginting.

Ketua Panitia Kerja Tahun Kota Medan 2015, Roy Fachrabi Ginting mengatakan, kegiatan Kerja Tahun di Medan baru pertama kali digelar dalam sejarah Kota Medan. Kegiatan Kerja Tahun tersebut juga sekaligus mengenang pahlawan sejarah, Guru Patimpus Sembiring Pelawi selaku pendiri Kota Medan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempersatukan seluruh suku Karo yang bermukim di Kota Medan, yang sangat erat kaitannya dengan sejarah perkembangan Melayu Deli pada masa pra kemerdekaan dulu,” sebut Roy.

Roy berharap, tradisi Kerja Tahun di Medan terus berlanjut, sehingga memunculkan identitas yang nantinya dapat menjadi wisata sejarah. Sebab dalam kegiatan ini, kita menampilkan seluruh kebudayaan Karo baik dari makanan khas daerah, sejarah berdirinya Kota Medan, sekaligus kaitannya dengan suku Melayu,” harap Roy. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *