Bangunan Lantai II RS Haji Medan Bernilai Rp 7,4 Miliar Belum Difungsikan

* CT Scan Juga Belum Dioperasionalkan?

MEDAN | Gedung berlantai II di RS Haji Medan, yang pembangunannya bersumber dari APBD Pemprop Sumut tahun 2014, belum difungsikan sebagai ruang rawat inap pasien.

rs haji medanKEPALA BARESKRIMPadahal informasi yang diperoleh, pihak kontraktor yang menangani pembangunan itu telah melakukan serah terima realisasi pengerjaan bangunan tersebut kepada Pejabat Penerima Barang (PBB) di tahun 2015.

Berjalannya waktu hingga di bulan Juli 2015, berdasarkan pantauan wartawan, bangunan ruang rawat inap yang bernilai Rp 7,4 miliar itu seharusnya sudah dapat dipergunakan untuk melayani perawatan kesehatan pasien, ternyata belum juga difungsikan sebagaimana mestinya. Ada apa ini? Pertanyaan ini menguap di internal institusi RS Haji Medan bahkan menjadi menjadi sorotan publik.

Pantauan wartawan beberapa hari lalu, karena belum diperasionalkannya fisik bangunan baru di lantai dua tampak pintu kaca tertutup rapat dikunci. Lantai ruangan tersebut mulai dari tangga hingga ke lantai dua terlihat jorok dan juga ditemukan tangga serta rak penyimpan arsip dokumen yang ‘merusak’ pemandangan.

Sementara itu, Ketua PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) yang sekaligus merangkap sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) RS Haji Medan, dr Jamaluddin ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (12/7/2015), via SMS ke nomor 081362363XXX terkait apakah gedung baru berlantai dua telah difungsikan atau belum, menjawab ‘Sdh difungsikan’.

Ketika ditanya kembali wartawan dengan balasan SMS ‘Klu dah difungsikan apa berarti telah melayani pelayanan kesehatan sesuai fungsinya sebagai ruang rawat inap pasien? Sementara terpantau aktivitas blm ada alias ruangan msh terkunci rapat? Gimana menurut pak Jamal informasi itu? Pesan singkat ini dijawab ‘Ya’ oleh dr Jamaluddin.

Ketika disinggung maksudnya dengan ‘Ya’ nya apa ni pak? PPK sekaligus KPA RS Haji Medan ini menjawab ‘Abg tulis aja apa yg ada dipikiran abg sdh ya tdk usah sms saya lg’.

Hal yang sama juga dikonfirmasi kepada Direktur RS Haji Medan, dr Diah Retno W Ningtyas via SMS, namun hingga pukul 16.00 WIB, belum memberikan komentar balasan.

Diharapkan temuan belum difungsikan fisik bangunan baru RS Haji Medan untuk rawat inap pasien dapat segera dimanfaatkan, agar pelayanan RS Haji Medan berjalan maksimal melayani masyarakat Kota Medan dan sekitarnya yang membutuhkan pelayanan kesehatan dari RS Haji Medan.

CT Scan
Bukan hanya gedung berlantai II di RS Haji Medan yang ditemukan belum difungsikan. Informasi yang diperoleh dari lingkungan RS Haji Medan, alat CT Scan bernilai belasan miliar yang bersumber dari APBD Pemprop Sumut tahun 2014 juga belum dioperasionalkan.
Kendalanya pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai belum siap untuk mengoperasionalkan alat berteknologi canggih.

Bukanya hanya terkait SDM, juga bangunan fisik tempat CT Scan tersebut belum layak pakai. Sebab, diduga radiasi yang dihasilkan CT Scan masih keluar dari bangunan karena ada kebocoran dari atap ruang CT Scan.

Dari hasil jepretan foto beberapa hari lalu, tampak atap ruang CT Scan yang baru dibangun dihiasi terpal berwarna biru untuk menutup aliran air yang masuk. Apalagi saat ini, Kota Medan dan sekitar memasuki musim penghujan.

Temuan media di lingkungan RS Haji Medan patut menjadi pertanyaan dan perhatian bagi pihak aparat penegak hukum, legislator dan juga Pemprop Sumut melalui Gubernur untuk menindalanjutinya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *