Pilkada Sergai | Ustad Minta Pasangan ‘Syahdan’ Jangan Lupakan Janji

SERGAI | Pasangan Calon Bupati (Cabub) Serdang Bedagai (Sergai), Syahrianto SH dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) dr M Riski Ramadhan Hasibuan SH SE atau disebut ‘Syahdan’, pekan lalu, menggelar buka puasa bersama di Studio Radion Indah Suara (RIS) 96,5 FM, di Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai.

riski ramadhanKEPALA BARESKRIMKegiatan buka puasa bersama pasangan dari jalur independen ini sempat menjadi pusat perhatian disebabkan membludaknya undangan yang hadir. “Padahal, kita menyebar undangan untuk 300 orang, namun yang datang lebih dari 800 orang, sehingga tempatnya over kapasitas. Kendati demikian panitia tetap menyiapkan kebutuhan buka puasa bersama, tanpa ada satu orangpun yang dikecewakan,” ujar Riski Ramadhan kepada wartawan, kemarin.

Dalam acara itu, selain buka puasa bersama dan sholat berjamaah juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan Ustadz H Nasrin. Dalam ceramahnya, Al Ustadz menyampaikan berbagai macam masalah sosial, budaya, agama dan pemerintahan.

Ustadz Nasrin mengatakan, seorang pemimpin itu harus konsisten dalam menjalankan amanah, tidak sekedar janji-janji. Jangan setelah jadi pemimpin malah kebanyakan lupa diri.

Oleh sebab itu, Ustadz Nasrin meminta kepada pasangan ‘Syahdan, jika nanti Insya Allah diberi amanah jadi Bupati dan Wakil Bupati, tidak lupa diri dan yang terpenting tidak melupakan janji-janjinya.

Ustadz Nasrin mengaku yakin jika pasangan ‘Syahdan’ akan menepati janjinya. Karena pasangan ini masih muda, bersih dan jauh dari korupsi. Dalam tausiyahnya, Nasrin juga mengajak kepada semua watga Serdai pada 9 Desember 2015 nanti datang ke TPS untuk memilih pasangan ‘Syahdan’.

“Masyarakat jangan mau dalam pemilihan nanti hanya dijadikan azas manfaat oleh oknum-oknum tertentu,” ujar ustad ini.

Hal yang sama juga disampaikan mantan Kepala Desa (Kades) yang juga Ketua Pemekaran Kecamatan Pegajahan, di Sergai, Eddy Mujoko. Menurut pengurus Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Sergai dan Apdesi Sumut ini, masyarakat di Sergai jangan terjebak dengan permainan politik yang digunakan oleh oknum-oknum pejabat yang selalu mengatasnamakan bahwa pembangunan yang dilaksanakan seolah-olah berasal dari dana pribadinya sendiri.

Apalagi, pembangunan yang dilaksanakan di desa maupun kecamatan sampai ke Kabupaten dibangun bertepatan dengan dekatnya pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Jika demikian, hal itu hanya bertujuan untuk mempolitasi publik, seolah-olah pembangunan itu dia yang bangun. Padahal semua pembangunan dibangun pemerintah dan itu adalah amanah konstitusi dan menggunakan uang rakyat melalui APBD.

“Mari kita perkuat barisan ‘Syahdan’ untuk menghantar mereka menjadi pemimpin yang benar-benar amanah di Sergai sesuai dengan motto Sergai ‘Tanah Bertuah Negeri Beradat’,”, tukas Eddy Mujoko.

Sementara itu, dalam janji politiknya, Riski Ramadhan yang pernah menjadi figur publik di kalangan remaja dan seorang musisi di Medan ini mengatakan, dirinya selalu siap jadi pemimpin di Sergai, apabila amanah itu dipercayakan masyarakat kepada pasangan ‘Syahdan’.

“Walau saya masih muda, tapi saya siap. Dan seorang yang masih muda selalu agresif, cekatan dan tidak mudah pelupa. Sekarang saatnya yang muda untuk berkiprah, jangan jadi penonton,” ujar Riski yang pernah memiliki group band bernama Medical Band, dan sudah malang melintang mengikuti segala ajang perlombaan seni dan musik di Indonesia.

Ditanya soal visi dan misi, Riski mengatakan, pasangan ‘Syahdan’ tak akan banyak mengumbar janji. “Kami hanya memiliki 4 macam visi dan misi, yakni menjunjung tinggi nilai-nilai agama dengan menghargai keberagaman, membangun sentra ekonomi dan menunjang perekonomian masyarakat. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan grati bagi keluarga pra sejahtera dengan memaksimalkan pelayanan Posyandu serta meningkatkan pendidikan masyarakat, baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal,” ujarnya.

Pada acara buka puasa bersama tersebut, pasangan “Syahdan” memberikan bantuan kepada kaum dhuafa, anak yatim dan fakir miskin. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *