TobaPulp Bersama Tanoto Foundation Fasilitasi Mahasiswa Bantu Pengungsi Sinabung

KARO | Forum Mahasiswa Peduli Sinabung menggandeng PT Toba Pulp Lestari, Tbk (Toba Pulp) bersama Tanoto Foundation menyerahkan bantuan makanan dan obat-obatan diua lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Sinabung, yakni di Posko Pengungsi Desa Mardinding Kecamatan Tiganderet, serta posko pengungsian Lau Buah Desa Batu Karang Kecamatan Payung Kabupaten Tanah Karo, Rabu (15/7/2015).

tobapulp sinabungKEPALA BARESKRIMPerwakilan Forum Mahasiswa Peduli Sinabung melalui Ruben Panggabean yang juga Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan mengatakan, musibah yang dihadapi oleh para pengungsi erupsi gununsg Sinabung juga turut dirasakan oleh masyarakat Sumatera Utara, khususnya mahasiswa. Sehingga menurutnya mahasiswa memiliki peranan dalam mengandeng sejumlah kalangan termasuk pemerintah maupun swasta, membantu para korban dilokasi pengungsian. Apalagi menurutnya letusan gunung Sinabung telah bereaksi sejak tahun 2010 yang lalu. Sehingga lebih kurang lima tahun masyarakat di radius 3 kilometer dari Gunung Sinabung dan sekitarnya menjadi korban keganasan erupsi lahar panas.

“Penderitaan pengungsi adalah derita kita semua, terutama derita mahasiswa. Hari ini kami datang kemari dengan menggandeng sejumlah elemen mahasiswa dan perusahaan dalam hal ini TobaPulp dan Tanoto Foundation khusus untuk melihat da menghibur saudara kami yang ada di dua lokasi pengungsian, semoga bantuan kami semua dapat meringankan beban mereka” ujar Ruben Panggabean.

Menurutnya, bencana Gunung Sinabung tidak boleh dianggang sebagai peristiwa alam yang biasa, namun harus dianggap menjadi kejadian luar biasa dan mendapat perhatian serius oleh pemerintah pusat dan provinsi. Sehingga menurut Ruben peristiwa erupsi Gunung Sinabung dapat dikategorikan statusnya sebagai bencana tingkat nasional.

“Sudah lima tahun masyarakat menjadi korban erupsi Gunung Sinabung. Sebagai solidaritas dan kepedulian, GMKI telah berulang kali turun membantu sekaligus memberikan edukasi kepada para korban Sinabung. Bahkan, di tahun 2014 lalu, 7 kader GMKI menjadi korban awan panas erupsi Gunung Sinabung. Walaupun demikian, GMKI tidak menyerah begitu saja memberikan perhatian bagi korban-korban Sinabung,” ujar mahasiswa Pasca Sarjana USU ini.

Sementara itu Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kota Medan Effendi Rikardo Naibaho juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya dalam menangani dan mengatasi bencana nasional erupsi Gunung Sinabung, pemerintah harus memiliki Road Map atau peta penanganannya, agar memudahkan pemerintah melakukan relokasi bagi para pengungsi korban Gunung Sinabung. Namun untuk melakukan relokasi dan pemetaan pemerintah perlu menetapkan statusnya menjadi bencana nasional.

“Kamin mahasiswa meminta pemerintahan Jokowi-JK untuk segera menetapkan status Gunung Sinabung menjadi Bencana Nasional. Karena sudah puluhan ribu penduduk Tanah Karo menjadi korban erupsi Gunung Sinabung. Dan tidak diketahui sampai kapan masyarakat harus bertahan ditenda-tenda pengungsian,” ungkap Effendi.

Forum Mahasiswa Peduli Sinabung yang tergabung didalamnya elemen mahasiswa dari GMKI, BEM UDA, PTKI, BEM UNIV GRAHA KIRANA, HMKI, GMNI, BEM UNIV DHARMAWANGSA, PEMA MIPA USU bersama PT Toba Pulp Lestari, Tbk (Toba Pulp) dan Tanoto Foundation datang ke Sinabung sebagai aksi solidaritas dan wujud kepedulian sesama guna meringankan beban pengungsi erupsi Gunung Sinabung yang terkena musibah.

toba pulp mahasiswaBantuan aksi sosial yang didukung Toba Pulp berupa beras @750 kg, perlengkapan mandi (sabun @1000 buah, pasta gigi @1.000 buah), sembako (gula @200 kg, telur @900 butir, teh @1000 kotak, kopi @1200 sachet), ikan asin @25 Kg. Sementara Tanoto Foundation menyumbang obat tetes mata dan masker masing-masing 1000 pcs, mainan anak-anak, buku, snack dan juga memberikan konseling bagi anak-anak pengungsi.

Aksi sosial ini juga melibatkan Pengurus Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Medan, Gelora Ginting (Ketua), Ratna Sitepu (Bendahara). Turut hadir mewakili managemen Toba Pulp, Manager Public Relation Chairuddin Pasaribu, Martin Soekendar, dan staf Humas Toba Pulp Gustimar Harahap, Rahmad Hidayat Matondang. Sementara perwakilan Tonoto Foundation Yatno sebagai Program Manager.

Menurut Chairuddin Pasaribu, managemen Toba Pulp turut berduka dan prihatin atas bencana erupsi Gunung Sinabung yang tak kunjung tuntas mengguncang warga di sekitarnya dan juga Tanah Karo.

“Aksi solidaritas ini merupakan gagasan dari rekan-rekan mahasiswa yang disambut positif oleh Managemen Toba Pulp untuk turun membantu meringankan beban korban letusan Gunung Sinabung. Bagi Toba Pulp ini yang kelima kali melakukan aksi Peduli Sinabung. Sebelumnya, Toba Pulp turun ke Sinabung bersama Layari Sinukaban sebagai Komisi B DPRD Sumut dan Ketua PWI Sumut Muhammad Syahril,” katanya.

Toba Pulp berharap, bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terkena cobaan bencana alam. Terkhusus bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah Ramadhan dan juga perayaan Idul Fitri yang sebentar lagi akan tiba.

Perwakilan Tanoto Foundation, Yatno menambahkan, hadirnya mereka di lokasi penampungan ini untuk memberikan motivasi dan support bagi anak-anak pengungsi Gunung Sinabung. “Bencana alam ini pasti membuat psikologi anak-anak terguncang. Kami mencoba memberikan konseling dan hiburan kepada anak-anak korban Sinabung. Selain itu mengedukasi kesehatan masyarakat yang begitu penting untuk dijaga,” ujar Yatno.

Sekretaris Posko Pengungsi Desa Mardinding, Abdi Kacaribu kepada wartawan, ada sekitar 250 KK yang mengungsi berasal dari Desa Mardinding. “Mewakili korban pengungsi, kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dan keperdulian mahasiswa, Toba Pulp, Tanoto Foundation dan Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI)Medan,” ujarnya.

Salah seorang perwakilan warga pengungsi bermarga Ginting bersyukur atas perhatian Forum Mahasiswa Peduli Sinabung yang didukung Toba Pulp, Tanoto Foundation dan HMKI. “Kami berharap jika ada lagi bantuan yang datang, pengungsi membutuhkan selimut untuk para orangtua serta pendidikan bagi anak-anak kami yang sampai sekarang belum bersekolah,” jelasnya.(ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *