Sejumlah Paket Proyek di RSU Haji Medan Diduga Menyimpang

MEDAN | Dewan Pimpinan Daerah Komunitas Masyarakat Nasional Republik Indonesia Propinsi Sumatera Utara (DPD KOMNAS RI Sumut) mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi untuk segera mengusut tuntas dugaan korupsi di institusi Rumah Sakit Umum Haji Medan.

rs-haji-medanKEPALA BARESKRIMBukan hanya ke Kejati Sumut, juga ke KPK RI, agar ikutserta dalam mengusut berbagai dugaan korupsi yang terjadi di RSU Haji Medan. Pernyataan sikap ini tertuang dalam surat 083.A.DPD.KOMNAS RI.K-S.VII.2015 yang dilayangkan ke Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut tertanggal 10 Juli 2015.

Menurut Ketum DPD KOMNAS RI Propinsi Sumut, M Ritonga, sebagai lembaga sosial yang turut mendukung pemerintahan dalam hal pengawasan penggunaan keuangan Negara sesuai dengan konstitusinya No 31/1999.

KOMNAS RI menilai penanganan dugaan korupsi di RSU Haji Medan terkesan lamban. “Sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai status hukumnya kendati telah ditangani aparat hukum, dengan memanggil Plt Direktur RSU Haji Medan, dr Diah Retno W Kusumaningtyas.

Ritonga juga mengaku, pihaknya juga telah mengirimkan surat ke Plt RSU Haji Medan untuk meminta klarifikasi terkait beberapa paket proyek yang dinilai syarat penyimpangan dalam mengelola anggaran.

Seperti proyek pengadaan alkes dan kedokteran RSU Haji Medan Sumut sebesar Rp 4.101.046.180 yang dikerjakan CV Geris Sarana Medilab yang bersumber dari APBD Sumut tahun 2013. Sementara pada tahun 2013 RSU Haji Medan juga mendapat bantuan dari APBN untuk proyek alkes, kedokteran dan KB RSU Haji Medan sebesar Rp 4.822.276.600, dikerjakan oleh CV Mitra Niaga Cipta. “Kami menilai proyek ini tumpang tindih,” ujar Ritonga.

Selain itu, proyek pembangunan Gedung Hijir Ismail/Ruang Inap Anak Tahun 2014 yang sampai sekarang belum selesai dikerjakan dan belum dapat dipergunakan sampai sekarang, akan tetapi sudah dibayar 100%. “Kami menilai proyek ini syarat KKN,” ucapnya.

Kemudian Pengadaan alat-alat kedokteran gigi sebesar Rp 487.533.200; Pengadaan alat kedokteran kardiologi sebesar Rp 773.062.499 yang dikerjakan PT Permata Bunda Alkesindo bersumber dari APBD 2014.

Selanjutnya, Pengadaan alat-alat kedokteran ICU Rp 5.560.243.200 dikerjakan oleh PT Taby Paraja yang bersumber dari APBD Sumut tahun 2014; Pengadaan alat-alat kedokteran bedah Rp 8.778.529.925 dikerjakan PT Roda Inti Nusantara sumber APBD Sumut 2014; Pengadaan alat kedokteran umum Rp 3.719.768.580 dikerjakan PT Dimyon Harapan Putra sumber APBD Sumut 2014.

“Atas temuan ini, KOMNAS RI meminta aparat hukum mengusut tuntas proyek yang ada di RSU Haji Medan. Meminta BPK turun mengaudit anggaran yang ada di RSU Haji Medan,” cetusnya.

Sementara itu, Humas RSU Haji Medan, Fauzi yang dikonfirmasi wartawan, hingga Rabu (5/8/2015) ini, via SMS terkait apakah ada menerima surat klarifikasi dari LSM KOMNAS RI ke RSU Haji Medan atas temuan dugaan proyek menyimpang serta tanggapannya ke nomor 0813763XXXX, tidak membalasnya. Hal yang sama dikonfirmasi ke Plt Direktur RSU Haji Medan, dr Diah Retno W Kusumaningtyas via SMS ke nomor hp 08126264XXXX, juga tidak memberikan penjelasan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *