Perawan Dihargai Rp 20 Juta

MEDAN | Petugas Subdit IV/Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Poldasu kembali menggagalkan aksi pelaku yang diduga human trafficking (perdagangan manusia), terhadap seorang wanita di bawah umur masih perawan seharga Rp 20 juta, kepada pria ‘hidung belang’ melalui layanan BBM (Blackberry).

KEPALA BARESKRIMPelaku yang di ketahui bernama, Bobby Kurniawan alias Bibi (19), warga Jalan Budi Gang Pak San, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, ini harus menjalani hari-harinya di balik jeruji besi tahanan Ditreskrimum Poldasu.

Pasalnya, pria yang tidak memiliki pekerjaan ini ditangkap petugas Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Poldasu bersama korbannya di belakang Hotel Madani Jalan Amaliun Medan, Kamis (6/8).

Adapun korbannya, adalah Rindi Antika (17), warga Jalan Multatuli Lingkungan I, Kecamatan Medan Maimun, yang seorang pelajar SMA di salah satu perguruan di Medan.

Menurut informasinya memang sengaja minta kepada tersangka (Bobby Kurniawan alias Bibi) yang diketahui anak angkat dari orang tua korban yang telah bertahun-tahun tinggal satu rumah dengan korban, meminta kepada tersangka untuk mencarikan laki-laki yang mau membayar keperawanannya.

Namun niat korban yang ingin menjual keperawanannya kepada lelaki hidung belang melalui perantara tersangka, keburu diketahui petugas kepolisian dan alhasil niat korban untuk memiliki uang sebayak Rp 20 juta kandas, karena keburu tertangkap petugas kepolisian yang menyamar sebagai laki-laki hidung belang. Dan selanjutnya tersangka dan korban di boyong ke Mapoldasu untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara Direktur Ditreskrimum Poldasu Kombes Pol Dul Alim didampingi Kasubdit IV/Renakta, AKBP Faisal F Napitupulu dan Kompol Edison Sitepu, saat memaparkan kasus trafficking ini kepada wartawan di Mapoldasu, (7/8) mengatakan, keberhasilan petugas menangkap mucikari tersebut berawal ketika pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka melakukan perdagangan wanita muda usia belasan tahun yang masih perawan kepada pria hidung belang melalui BBM (Blackberry Masanger) seharga Rp 20 Juta.

Selanjutnya kata Dul Alim, pihaknya pun menyaru sebagai pemesan, setelah harga di sepakati petugas yang menyamar melakukan pertemuan dengan tersangka, di Amaliun Food Court tepatnya dibelakang Hotel Madani Jalan Amaliun Medan.

Seiring dengan itu petugas yang telah mengantongi bukti-bukti yang kuat tanpa membuang waktu langsung melakukan penangkapan dan selanjutnya memboyong tersangka beserta korban yang masih mengunakan seragam sekolah berikut barang bukti ke Mapoldasu untuk dilakukan proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Di kesempatan yang sama Kasubdit IV/Renakta, AKBP Faisal F Napitupulu menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka mengakui perbuatannya memperdagangkan terhadap wanita yang masih perawan dengan harga Rp 20 juta.

Dikatakan Faisal, untuk menindaklanjuti penyidikan ini Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Poldasu berencana dan berupaya menindaklanjuti kasus ini semaksimal mungkin dalam rangka penanganan kasus yang dimungkinkan dilakukan tersangka dengan modus operandi serupa dan atau modus lainnya terhadap korban yang lain.

Sementara dari tersangka dan korban petugas berhasil mengamankan dan turut menyita 10 lembar uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 10 lembar, 1 unit Handphone Blackberry Tourch warna hitam les merah dan 1 pasang baju seragam pramuka.

Sedangkan untuk tersangka terancam tindak pidana perdagaan orang sebagai mana dimaksud dalam Pasal 2 UU No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang sub Pasal 296 KUHPidana tentang kejahatan terhadap kesusilaan yang diancam dengan hukuman 15 tahun penjara. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *