Diah Retno Dituding Terlibat Korupsi RSU Haji Medan dan RSU T Mansyur Tanjungbalai

MEDAN | Mahasiswa meminta penegak hukum mengungkap kasus dugaan korupsi yang melibatkan dr Diah Retno W Kusumaningtyas. Diah Retno dituding terlibat dugaan korupsi di RSU Haji Medan tahun 2014 dan RSU Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai tahun 2012 ketika menjabat Direktur.

KEPALA BARESKRIMHal ini terungkap dalam aksi unjukrasa mahasiswa yang mengatasnamankan Kesatuan Mahasiswa Masyarakat Mandiri Sumatera Utara (KM3SU) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Kamis (20/8/2015). Aksi damai yang kedua kali dilakukan KM3SU juga sekaligus menyerahkan bukti-bukti laporan temuan ke Kejati diterima Bagian Umum bernama Tia.

M Khairuddin Hasibuan sebagai Koordinator Aksi KM3SU membeberkan ke publik atas dugaan korupsi yang dituduhkan ke dr Diah Retno W Kusumaningtyas dalam lembaran penyataan sikapnya. Diah Retno yang kini menjabat Plt Direktur di RSU Haji Medan disinyalir tersandung penyalahgunaan keuangan negara dalam Proyek Pengadaan alat CT Scan senilai ± Rp 16 miliar yang dikerjakan oleh PT DIAN GRAHA pada tahun 2014, alat tersebut hingga saat ini belum difungsikan sebagaimana mestinya.

Selain itu, Proyek Pembangunan Gedung lantai 2 Hijir Ismail senilai ± Rp 7,4 miliar yang dikerjakan oleh PT KARYA PRIMA KONTRINDO pada tahun2014, yang mana hingga saat ini gedung tersebut belum dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Proyek Renovasi Gedung Materniti lantai 1 senilai ± Rp 800 juta yang dikerjakan oleh CV Dwi Tunggal pada tahun 2014, di mana ruangan tersebut juga belum dipergunakan hingga sekarang dan hasil keterangan KPA dr Jamaluddin bahwa Plafon Ruangan tersebut rusak dikarenakan binatang.

Proyek Pengadaan Alat Kesehatan dan Kedokteran RSU Haji Medan Pemprovsu sebesar Rp 4.101.046.180, dikerjakan oleh CV GERIS SARANA MEDILAB yang bersumber dari APBD Provsu Tahun 2013.

Sementara pada tahun 2013 RSU Haji Medan juga mendapat bantuan dari APBN untuk Proyek pengadaan Alat Kesehatan Dan Kedokteran dan KB RSU. Haji Medan Pemprovsu sebesar Rp. 4.822.276.600, dikerjakan oleh CV MITRA NIAGA CIPTA yang bersumber dari APBN Tahun 2013. “Kami menduga bahwa proyek ini tumpang tindih,” kata massa.

Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Gigi sebesar Rp. 487.533.200 dikerjakan oleh PT PERMATA BUNDA ALKESINDO yang bersumber dari APBD Provsu Tahun 2014; Pengadaan Alat Kedokteran Kardiologi sebesar Rp 773.062.499 dikerjakan oleh PT PERMATA BUNDA ALKESINDO yang bersumber dari APBD Provsu Tahun 2014; Pengadaan Alat-Alat Kedokteran ICU Sebesar Rp 5.560.243.200 dikerjakan oleh PT.TABY PARAJA yang bersumber dari APBD Provsu Tahun 2014; Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Bedah sebesar Rp 8.778.529.925 dikerjakan oleh PT RODA INTI NUSANTARA yang bersumber dari APBD Provsu Tahun 2014; Pengadaan Alat Kedokteran Umum sebesar Rp 3.719.768.580 dikerjakan oleh PT DIMYON HARAPAN PUTRA yang bersumber dari APBD Provsu Tahun 2014.

“Kami menduga temuan pengelolaan proyek di RSU Haji Medan, syarat dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Sampai hari ini belum ada kejelasan mengenai status hukumnya, dinilai seperti dipeti-emaskan oleh penegak hukum yang ada di Sumut,” ujar belasan mahasiswa.

Mahasiswa juga mengungkap, ada Surat Perintah Pemanggilan yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam dengan No Print 05/N.2.22/Fd.I/03/2015 tanggal 24 Maret 2015 terkait dugaan korupsi Biaya Barang/Perbekalan Farmasi, Biaya Administrasi Perkantoran dan Biaya Bahan Dapur Gas. Biaya pemeliharaan tahun anggaran 2014 dan begitu juga dengan Pemotongan Dana Insentive Pegawai/Karyawan RSU Haji Medan Provsu Periode Juni s/d Agustus 2014. “Namun kasus ini dinilai mengendap. Ada apa dengan KASUS ini?” ungkap massa.

Melalui aksi damai tersebut, mahasiswa mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk segera memeriksa Plt Direktur RSU Haji Medan, dr Diah Retno W Ningtyas, PPK, KPA, serta oknum – oknum terkait di dalam beberapa dugaan korupsi yang kami uraikan diatas.

Kejaksaan Tinggi juga segera mengungkap dan memeriksa Diah Retno terkait dugaan korupsi serta penyimpangan penggunaan APBN-P RSUD dr Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai TA 2012 sebesar Rp 5.000.000.000. Sesuai dengan surat perintah pemanggilan yang dikeluarkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tanggal 4 Maret 2015, dengan No SP-166/N.2.5/Fd.1/03/ 2015, Diah Retno kala itu sebagai KPA/Direktur dalam kasus alkes (alat kesehatan).

“Kami minta Plt Gubernur Sumatera Utara mencopot Plt Direktur RSU Haji Medan dari jabatannya. Dan berharap DPRD Sumut memanggil Plt Direktur RSU Haji Medan dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) terkait persoalan ini,” harap mahasiswa.

Mahasiswa mewarning Kejaksaan Tinggi Sumut, agar menindaklanjuti dugaan korupsi yang dituduhkan ke Diah Retno. “Apabila tuntutan ini tidak diindahkan, maka kami akan mendesak KPK RI untuk segera mengambil alih kasus ini,” pungkas massa.

Tia, Bagian Umum yang menerima perwakilan massa mengatakan, laporan ini akan segera dilaporkan ke pimpinan. “Kita akan laporkan ke pimpinan,” ujarnya.

Sementara itu, dr Diah Retno W Kusumaningtyas yang dikonfirmasi wartawan via SMS ke nomor 08126264XXX terkait tuduhan korupsi di RSU Haji Medan dan RSU Tengku Mansyur Tanjung Balai oleh mahasiswa, hingga pukul 19.00 WIB, tidak memberikan komentar dengan membalas SMS tersebut. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *