Dosen harus Beradaptasi dengan Perkembangan TI

MEDAN | Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan menggelar Pelatihan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional dan Applied Approach atau (Pekerti-AA) untuk dosen Unpab pada 24-26 Agustus 2015.

unpab-unimedKEPALA BARESKRIMAcara yang digelar di Gedung D ruang Perpustakaan Kampus Unpab, Jl Gatot Subroto Km 4,5 Medan ini dibuka Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE MM.

Rektor Unpab HM Isa Indrawan mengatakan, pelatihan Pekerti ini sangat spesial karena narasumber yang hadir langsung Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Syawal Gultom MPd.

Apalagi, dalam acara itu juga dilakukan penandatanganan kesepahaman kerjasama atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara Unpab dan Unimed.

Ia mengatakan, pelatihan pekerti ini merupakan pertama kali dilaksanakan pada 2015 yang dikoordinir oleh Rektor II Bidang Sumberdaya Manusia (SDM) Unpab Dra Hj Irma Fatmawati SH MHum. “Hal ini mengacu pada peningkatan kualitas SDM dosen,” kata rektor.

Pekerti diikuti 70 dosen tetap dan tidak tetap Unpab dan dihadiri sejumlah pejabat Unpab. Peserta mengikuti berbagai pelatihan dan pendalaman materi dari lima narasumber dari Unimed yakni Prof Dr Abdul Hamid MPd, Prof Dr Efendi Napitupulu MPd, Prof Dr Julaga Situmorang MPd, Prof Dr Silman dan Prof Dr Syawal Gultom MPd.

Dikatakan, materi yang dibahas dalam pelatihan tersebut antara lain Isu Strategis Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi, Paradigma Baru Pembelajaran dan Implementasinya dalam Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi, Pengembangan Kurikulum KKNI di Perguruan Tinggi, Komunikasi Dalam Pembelajaran dan materi lain yang berkaitan dengan SOP mengajar.

“Pelatihan seperti Pekerti ini sangat penting bagi peningkatan kualitas dosen. Terutama dalam menghasilkan sumber daya manusia yang andal dan memiliki daya saing tinggi,” tandas rektor.

Selain itu, Rektor juga berharap para dosen bisa menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi (TI), guna membangun komunikasi dengan mahasiswa maupun sesama civitas akademika.

“Sejauh ini banyak dosen di berbagai universitas yang hanya bisa mengajar tanpa tahu cara mengembangkan pemikirannya. Akibatnya banyak mahasiswa yang lulus tidak memiliki kualitas dan kompetensi yang mumpuni,” tutur Isa Indrawan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *