Personil Lantas Dianiaya OTK

MEDAN | Personel Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polresta Medan, Aiptu Fandi, menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal (OTK) di Jalan Surabaya, (14/9/2015).

KEPALA BARESKRIMKarena menjadi korban kriminalitas, maka petugas lalu lintas itu memilih menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Mapolresta Medan.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono ketika dimintai konfirmasi seputar peristiwa itu membenarkan laporan korban. “Benar, personel Sat Lantas Polresta Medan itu sudah membuat laporan resmi ke Mapolresta Medan terkait kasus penganiayaan yang dialaminya,” ujar Kasat lewat sambungan telepon, Selasa (15/9/2015).

Mantan Kapolsek Medan Sunggal ini menjelaskan, kasusnya sedang dalam proses penyelidikan, “kasusnya sedang dalam penyelidikan,” jelas Kasat.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Medan Kompol Hasan ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan menyerahkan penuh kepada penyidik untuk memperoses kasusnya.

“Kita serahkan penuh kepada penyidik untuk memperoses sesuai hukum yang berlaku,” kata Kompol Hasan lewat pesan singkatnya.

Personel Sat Lantas Polresta Medan, Aiptu Fandi, menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal (OTK) di Jalan Surabaya. Ketika itu lalu lintasnya sedang macet.

Melihat situasi itu, Aiptu Fandi mencari penyebab kemacetan tersebut. Ternyata macet disebabkan parkir berlapis di sekitar jalan itu. Tak berselang lama, keluar seseorang dari toko elektronik menuju mobil yang parkir berlapis. Saat itu, Aiptu Fandi menegurnya dan meminta agar jangan meletakkan mobilnya di tempat tersebut.

Diduga tersinggung karena konsumennya ditegur polisi, seorang pria diduga pemilik toko, emosi dan secara tiba-tiba tangannya langsung menampar pipi Aiptu Fandi. Setelah melakukan penganiayaan, pria tersebut langsung lari ke tokonya.

Aiptu Fandi yang terkejut mencoba mengejar tetapi hanya berhenti di depan pintu toko. Setelah memanggil kepala lingkungan setempat, pelaku penganiayaan kemudian dicari ke lantai dua tokonya.

Akan tetapi pelaku tidak ditemukan di lokasi tersebut. Tak terima perlakuan yang dialaminya, personil Sat-Lantas yang bertugas di Polresta Medan itu ‘pun membuat laporan resmi ke Mapolresta Medan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *