Pemain PSMS Medan Kecipratan Bonus

MEDAN | Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menyerahkan bonus kepada PSMS Medan. Bonus tersebut bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut atas keberhasilan PSMS Medan menjuarai Piala Kemerdekaan RI.

Serahkan Bonus PSMSKEPALA BARESKRIMPenyerahan bonus berlangsung dalam acara jamuan makan malam di rumah dinas Gubernur Sumut, Jl Sudirman Medan, Sabtu (19/9/2015) malam.

Hadir dalam acara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut H Hasban Ritonga, Ketua KONI Sumut Gus Irawan, Ketua umum PSMS Medan dr Mahyono, Manajer PSMS Medan Andry Mahyar Matondang, sejumlah official, pelatih dan pemain PSMS serta Dirut PT Bank Sumut dan PDAM Tirtanadi Medan.

Bonus yang diberikan berasal dari dana Corporate Social Responsbility (CSR) PT Bank Sumut sebesar Rp 200 juta ditambah CSR PDAM Tirtanadi senilai Rp 50 juta. Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Sumut juga menyerahkan secara simbolis bantuan kepada pelatih PSMS Medan sebesar Rp 10 juta, para pemain masing-masing Rp 5 juta dan khusus bagi pencetak gol masing-masing Rp 10 juta.

Tengku Erry Nuradi menyatakan, bonus tersebut bentuk rasa bangga Pemprov Sumut atas prestasi yang ditorehkan PSMS Medan, setelah sukses menaklukkan Penginga Ngawi 2-1 dalam laga final Piala Kemerdekaan RI di stadion Bung Tomo Surabaya.

“Nilai bonus ini tidak seberapa. Hal yang paling membanggakan adalah prestasi yang telah diperlihatkan seluruh pemain, pelatih, official dan manajemen PSMS Medan. Keberhasilan ini pantas kita apresiasi karena juga telah membawa harum nama Sumatera Utara di kancah persepakbolaan nasional,” ujar Erry.

Kesuksesan PSMS Medan menjadi yang terbaik dalam Piala Kemerdekaan RI kali ini mampu menjadi pelepas dahaga prestasi persepakbolaan Sumut dalam beberapa tahun terahkhir.

“Ini ibaratnya setitik air di tengah padang pasir. Apalagi dalam beberapa tahun belakangan ini, sepakbola Sumut seperti mati suri dan minim prestasi,” sebut Erry.

Padahal, sepakbola Sumut sempat menorehkan prestasi dalam perserikatan dan menjadi tim yang paling disegani era 1970 hingga 1980an. Prestasi tersebut kemudian merosot sejak tahun 1985 lalu.

“Prestasi PSMS Medan terus menurun. Bahkan tidak pernah menjadi juara dalam liga nasional. Kita mencatat, PSMS Medan hanya hanya mampu menjuarai beberapa turnamen seperi Piala Bang Yos. Kesuksesan di Piala Kemerdekaan ini harus menjadi tonggak kebangkitan persepakbolaan Sumut,” harap Erry.

Erry mendorong manajemen dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan PSMS Medan untuk terus melakukan terobosan, baik dalam pembinaan pemain, latihan, maupun dalam menggalang pendanaan demi memajukan Ayam Kinantan.

Sementara Ketua Umum KONI Sumut, Gus Irawan mengatakan, prestasi yang ditorehkan PSMS Medan telah menginspirasi semua semua pihak, bahwa kerja keras dan pantang menyerah, dapat membuahkan hasil yang membanggakan.

Tidak hanya bagi dunia sepakbola Sumut, tetapi juga bagi atlet cabang olahraga lain yang saat ini dalam persiapan menyongsong Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) di Bangka Belitung yang sekaligus sebagai Prakualifilkasi PON 2016 yang akan berlangsung di Jawa Barat.

“Mari kita jadikan prestasi ini menjadi semangat dalam meraih keberhasilan berikutntaya. Tidak hanya untuk cabang olahraga sepakbola, tetapi juga cabang olahraga lainnya. Sumut harus kaya prestasi,” harap Gus.

Gus juga mengatakan, sejumlah cabang olahraga berpotensi besar dalam mengharumkan nama Sumut di kancah nasional dan internasional. Untuk itu, Gus berharap pengurus cabang olahraga di Sumut terus menjalin kekompakan, professional dan mengedepankan pembinaan atlet.

“Kini sudah saatnya olahraga Sumut bangun dari tidur panjang. Tidak ada lagi istilah menunggu, kita harus berkemas diri meraih prestasi,” pesan Gus.

Ketua Umum PSMS Medan, Mahyono mengatakan, kesuksesan menjuarai Piala Kemerdekaan RI kali ini menjadi semangat luar biasa bagi dunia persepakbolaan di Sumut, ditengah minimnya prestasi dalam beberapa tahun terakhir.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari partisipasi seluruh pihak, tidak terkecuali dukungan semangat dari seluruh pencinta PSMS Medan dimanapun berada. Saya terharu saat final berlangsung, semua pihak bersatu mendukung PSMS Medan memenangkan pertandingan,” ujar Mahyono.

Mahyono juga berharap, PSMS Medan terus mendapat dukungan dari seluruh kalangan, tidak hanya Pemprov Sumut, tetapi juga dari instansi, BUMD dan pihak swasta lainnya agar pembinaan pemain PSMS dapat dilakukan secara maksimal.

“PSMS Medan butuh dukungan moral, pendanaan dan lain sebagainya agar bisa meningkatkan prestasi di turnamen yang jauh lebih bergengsi nantinya,” harap Mahyono. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *