Masyarakat Minang Diharap Bantu Sumut Atasi Pengangguran dan Kemiskinan

MEDAN | Pelaksana Tugas (Plt) Gubenur Sumatera Utara (Sumut), Ir H Tengku Erry Nuradi MSi berharap Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM3) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam upaya menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Sumut.

Masyarakat MinangKEPALA BARESKRIMApresiasi tersebut dikemukanan Tengku Erry Nuradi dalam acara silaturahmi akbar BM3 di Hotel Grand Angkasa Medan, Minggu (20/9/2015) malam.

Hadir dalam acara itu Anggota DPR RI Nasril Bahar, Anggota DPD RI, Dedi Iskandar Batubara, Kepala Biro Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) M Yamin, tokoh masyarakat Medan Drs H T Dzulmi Eldin, tokoh masyarakat Serdang Bedagai (Sergai) H Soekirman, Ketua Umum BM3 Sumut Syahruddin Ali dan anggota BM3 dari sejumlah Kabupaten/Kota di Sumut.

Tengku Erry Nuradi menyatakan, peran dan partisipasi mayarakat Minang sangat besar dalam menggerakkan denyut perekonomian di Sumut.

“Seperti pepatah, dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Orang Minang perantau itu mampu berbaur dengan masyarakat tempat ia bermukim. Melebur menjadi satu kemudian membangun usaha mandiri,” puji Erry.

Selain itu, “urang awak’ memiliki kemampuan dalam bidang perdagangan. Tidak gengsi dalam membangun hidup diperantauan.

“Sejak lama orang Minang sudah dikenal sebagai perantau yang tangguh dan ulet. Mereka merantau hampir ke seluruh penjuru nusantara. Bahkan banyak juga mengadu nasib sampai ke luar negeri. Mereka pandai berdagang dan pintar berbisnis. Ketangguhan orang Minang pantas menjadi teladan bagi semua masyarakat Indonesia,” tambah Erry.

Geliat ekonomi tersebut, berpengaruh positif dalam mendorong pembangunan suatu daerah. Seperti halnya di Sumut, masyarakat Minang diharapakan terus memberikan kontribusi dalam memicu perkembangan perekonomian.

“Sejerah membuktikan, dimana ada orang Minang, disitu pula denyut kegiatan ekonomi muncul dan berkembang.Kehadiran orang Minang di Sumut memberikan warna tersendiri bagi masyarakat Sumut. Baik bidang perdagangan maupun khasanah budaya,” sebut Erry.

Erry juga mengakui, perantau Minang di Sumut tidak saja menonjol dalam bidang perdagangan semata, tetapi telah merambah di seluruh lini bisnis lain, termasuk bidang pendidikan. Wajar jika perantau Minang secara merata mendiami kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, Surabaya dan kota lainnya.

“Saya berharap, BM3 sebagai salah satu wadah orang Minang, terus mendukung pembangunan perekonomian Sumut. Salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan dalam upaya menekan angka pengangguran.

Erry juga tidak membantah, pengelola sebagian besar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumut adalah perantau Minang. UMKM tersebut telah menyerap tenaga kerja relatif besar.

“Saya mendorong mayarakat Sumut menjadi intrepreneur dengan membangun usaha sendiri. Dengan demikian, akan tumbuh pengusaha baru yang tentu akan membutuhkan tenaga kerja. Artinya, usaha tersebut membuka lapangan pekerjaan,” sebut Erry.

Terbukanya lapangan kerja, berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Jumlah masyarakat miskin secara perlahan akan menurun.

“Mari kita tanamkan budaya kerja bagi generasi muda. Kini tidak saatnya lagi berpangku tangan. Apalagi kita dalam waktu dekat akan menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean. Kita harus membekali diri jika tak ingin menjadi penonton di negeri sendiri,” ajak Erry.

BM3 sebagai organisasi kedaerahan yang berlandaskan rasa persaudaraan di perantauan, memiliki peran strategis dalam membuka lapangan pekerjaan. Tidak semata sebagai wadah silaturahmi, pelestarikan adat dan budaya.

“Ada baiknya kemandirian dalam membangun kewirausahaan yang dimiliki masyarakat Minang ditularkan kepada masyakat dimana kita bermukim. Dengan demikian, roda perekonomian akan berjalan harmonis,” harap Erry.

Sementara Ketua BM3 Sumut, Syahruddin Ali mengatakan, BM3 adalah wadah dan sarana pemersatu bagi masyarakat Minang perantau di Sumut. Acara Baralek Gadang (pesta besar) merupakan gagasan perantau Minang Sumut.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengibati kerinduan parantau akan kampung halaman, terutama bagi yang telah lama tidak pulang kampong akibat kesibukan pekerjaan dan lain sebagainya,” jelas Syahruddin.

Syahruddin menjelaskan, Baralek Gadang digelar sejak mulai 18 sampai 20 September 2015 yang berlangsung di dua tempat yaitu Rumah Gadang BM3 Sumut, Jl Adinegoro Medan dan Hotel Grand Angkasa Medan.

“Acara diisi dengan berbagai kegiatan, seperti seni budaya Minang, bazar makanan khas Minang dan lomba lagu Minang, lomba Tambua Tansa dan lomba pidato adat yang terbuka untuk umum. Untuk acara perlombaan diadakan di Rumah Gadang BM3 Sumut dan acara puncaknya diadakan hari ini di Hotel Grand Angkasa Medan,” papar Syahruddin. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *