Pemuda Sumut harus Dilibatkan dalam Pembangunan

MEDAN | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) harus melibatkan pemuda dalam pembangunan ke depan. Selama ini, ruang bagi pemuda untuk berperan dalam memberikan sumbangsih ide dalam pembangunan masih minim dan cenderung dikooptasi oleh kaum tua.

KEPALA BARESKRIM“Pemuda cendrung seperti selang berisi air yang sesuka hati kaum tua untuk mengarahkannya,” ucap Riski Sugianto SE, tokoh pemuda Sumut yang juga merupakan profesional bisnis, Senin (26/10/2015).

Ia mengungkapkan, selama ini ruang pemuda dalam peran pembangunan Sumut masih jauh dari harapan. Padahal, pemuda adalah calon pemimpin masa depan yang membutuhkan ruang dalam aktualisasi diri.

Selain membutuhkan ruang bagi aktualisasi diri, pemuda memiliki tanggungjawab dalam pembangunan selain perannya yang lain. “Dalam momen memperingati hari Sumpah Pemuda kali ini, saya berharap kedepannya, pemuda harus benar-benar dilibatkanlah dalam memberikan ide-ide kreatif untuk pembangunan Sumut,” kata Riski.

Pemprovsu dalam hal ini Plt Gubsu, lanjutnya, harus memberikan ruang bagi pemuda memberikan peran karena pemudalah calon-calon pemimpin masa depan.

Pernyataan ini disampaikan Riski menanggapi momen hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober dalam kaitannya dengan Sumut. Selama ini, kata dia, ruang bagi pemuda dalam konteks pembangunan Sumatera Utara masih sekadar jargon.

Padahal, Sumut dalam catatan sejarahnya merupakan gudang pemuda-pemuda yang sangat potensial dalam memberikan sumbangsih pada bangsa dan negara.

“Sumut gudangnya pemuda-pemuda kreatif dan berdedikasi. Sejarah membuktikannya. Tapi selama ini, peran pemuda dalam pembangunan Sumut masih jauh dari harapan. Kita selaku pemuda sangat berharap Plt Gubsu bisa memberikan ruang bagi pemuda dalam memberikan ide-ide dan membangun komunikasi yang berkualitas bagi pembangunan Sumatera Utara. Kita sangat sedih provinsi ini justru lebih terkenal sebagai sarang korupsi,” jelasnya.

Ia mengingatkan, korupsi dana bantuan sosial (bansos) yang melanda Pemprovsu dan menyeret Gubsu nonaktif Gatot Pujo Nugroho dalam kasus korupsi hendaknya menjadi pelajaran bersama semua pihak khususnya Pemrpovsu dalam pengelolaan keuangan.

“Persoalan penegakan hukum, biarlah jadi wewenang penegak hukum. Yang ingin kita tekankan adalah bahwa Plt Gubsu kita harap jangan mengulangi kesalahan yang sama dalam pengelolaan keuangan Pemprovsu,” katanya.

Ia mengajak semua pihak, untuk mendukung Plt Gubsu dalam menjalankan tugas barunya. Sebab, Plt Gubsu membutuhkan dukungan semua pihak dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Mari sama-sama kita dukung Plt Gubsu dalam menjalankan tugasnya. Sebab, beliau butuh dukungan kita semua termasuk para pemuda Sumatera Utara,” tandasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *