Pengemplang Pajak Benny Basri Bebas?

MEDAN | Pengemplang pajak Benny Basri dilepas Direktorat Jendral Pajak (DJP) Republik Indonesia, setelah sempat 2 hari dalam penyanderaan (gijzeling) di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I A Tanjunggusta, Medan, Jumat (6/11/2015).

KEPALA BARESKRIM“Penunggak pajak berinisial BB sudah kita lepaskan sekira pukul 11.00 WIB tadi, setelah kami sandera atau gijzeling. Dia dilepas setelah membayar tunggakan pajaknya sebesar Rp 36,8 miliar,” kata Kepala Kantor Wilayah DJP I Sumatera Utara Mukhtar.

Dikatakannnya, Direktur perusahaan real estate berinisial BB ini merupakan satu dari sekian banyak penunggak pajak di Sumatera Utara.

Sebelum dilakukan penyanderaan, dikatakan Mukhtar, pihaknya sudah berulangkali mengingatkan yang bersangkutan.

“Sebelum dilakukan penyaderaan, DJP sudah melakukan upaya-upaya agar yang bersangkutan membayar tunggakan pajaknya. Mulai dari melakukan peneguran, sita, blokir, dan inilah langkah terakhir kami melakukan. Penyanderaan,” katanya.

Diungkapkannya, penyanderaan dilakukan berdasarkan surat ijin penyanderaan dari Menteri Keuangan Nomor SR-2220/MK.03/2015 tanggal 15 Oktober 2015.

“Penyanderaan sudah melalui berbagai tahapan penagihan pajak sesuai ketentuan termasuk penerbitan Surat Teguran periode 2006 dan 2009, penerbitan surat paksa, dan tindakan penagihan aktif, blokir dan usulan pencegahan,” katanya.

Dijelaskan penangguhan pajak dilakukan Benny Basri yang merupakan Direktur PT TMIIL di bidang real estate yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia, di tahun 2006 hingga 2009 dengan nilai pajak Rp 36,8 miliar.

Setelah melunasi semua utang pajaknya, Benny keluar dari Rutan tanpa beban. Dalam kasus ini, ia ditangkap petugas Mabes Polri, (4/11/2015), di rumah makan Cap Go Can, Jalan Asia simpang Jalan Emas, Medan Area.

Saat itu, ia langsung dibawa petugas untuk diperiksa dan selanjutnya ditempatkan di ruang khusus di Rutan Klas I A Tanjunggusta Medan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *