Profesi Karyawan Dominasi Angka Kecelakaan

MEDAN | Operasi Zebra Toba 2015 yang digelar sejak (22/10/2015) dan berakhir pada (4/11/2015). Bila dibandingkan dengan Operasi Zebra tahun 2014 lalu, pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan.

KEPALA BARESKRIMSeperti penindakan pelanggaran (Tilang) dari 13.139 menjadi 24.982 (turun 19,77 persen), teguran dari 5.549 menjadi 5.380 (turun 3,05 persen). Jenis kendaraan yang terlibat lalu lintas (sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus, mobil barang dan kendaraan khusus) dari 31.142 menjadi 24.991 (turun 19,75%), jenis kendaraan yang terlibat pelanggaran didominasi oleh sepeda motor yaitu sebanyak 19.857 perkara atau 79,46 % dari 24.991 perkara.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Helfi Aseggaf kepada wartawan, Kamis (5/11/2015), mengatakan, kejadian laka lantas dilihat dari kualitas diantaranya korban meninggal dunia mengalami penurunan sebanyak 5 orang dari 46 orang menjadi 41 orang (10,87 %), luka berat turun 4 dari 57 menjadi 53 (7,02 %) dan kerugian materil mengalami penurunan sebanyak Rp 627.955.000 (61,76 %) dari Rp 1.016.825.000 menjadi Rp 388.870.000,-.

“Profesi korban kecelakaan lalu lintas didominasi oleh karyawan/swasta sebanyak 41 perkara dari 95 perkara jadi turun sekitar 43,16 %,” terangnya.

Sedangkan untuk urutan ranking kejadian kecelakaan lalu lintas sejajaran Polda Sumut yang terbanyak yaitu, pertama Polresta Medan jumlah 19 kasus, meninggal dunia 6 orang, luka berat 12 orang, luka ringan 10 orang. Ke II Polres Labuhan Batu dengan jumlah 14 kasus, meninggal dunia 7 orang, luka berat 10 orang, luka ringan 23 orang. III Polres Asahan dengan jumlah 11 kasus, meninggal dunia 10 orang, luka berat 4 orang dan luka ringan 11 orang,” jelasnya. (july/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *