1.653 Siswa SMP di Sumut akan UN CBT 2016

MEDAN | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merujuk 11 sekolah jenjang SMP di Sumatera Utara untuk menggelar ujian nasional (UN) online berbasis komputer atau computer based test (CBT) pada 2016 mendatang.

KEPALA BARESKRIM“Disdik Sumut sudah menerima surat edaran dari Kemendikbud tersebut tentang penyelenggaraan UN berbasis CBT sekira satu bulan lalu,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra Erni Mulatsih di kantor Disdiksu Jalan T Cik Ditiro Medan.

Ke 11 sekolah menengah pertama (SMP) yang akan menjadi percontohan pada piloting UN CBT tersebut yakni SMP Abdi Negara Binjai dengan jumlah peserta 104 siswa, SMPN 1 Tebingtinggi (330 peserta), SMP Chandra Kusuma, Deliserdang (67 peserta), SMP Awal Karya Pembangunan Galang (89 peserta).

Selain itu, SMP Harapan 3 Medan (78 peserta), SMP Smart Medan (1 peserta), SMPN 6 Kisaran (220 peserta), SMPN 2 Panyabungan, Madina (277 peserta), SMPN 5 Panyabungan (163 peserta), SMPN 3 Perbaungan (235 peserta) dan SMPN 3 Lolofitu Moi, Nias (88 peserta)

Dijelaskan Erni, berdasarkan surat edaran Kemendikbud itu ada disertai lampiran format. Jika sekolah belum siap menyelenggarakan ujian online berbasis CBT itu karena minim sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang lainnya, maka sekolah tidak perlu mengembalikan lampiran format dengan batas pengiriman Desember 2015.

“Dari 11 sekolah yang dirujuk oleh Kemendikbud itu, sampai saat ini masih satu sekolah yang mengembalikan lampiran format sebagai tanda keikutsertaannya sebagai penyelenggara UN online berbasis CBT, yakni SMPN 1 Tebingtinggi,” ungkap Erni.

Disebutkan Erni, jumlah sekolah yang menggelar UN berbasis komputer pada 2016 mendatang terdapat penambahan meski belum semua sekolah yang dirujuk itu mengembalikan lampiran format.

Pada tahun lalu, kata Erni hanya satu sekolah yang dirujuk mengikuti UN CBT untuk jenjang SMP yakni SMPN 1 Medan. Namun karena sekolah tersebut tidak mengembalikan lampiran format, maka tidak ada satupun SMP di Sumut yang menjadi percontohan UN sistem online atau CBT.

“Kita harapkan ke 10 sekolah lainnya juga menyusul mengembalikan lampiran format untuk keikutsertaan sebagai penyelenggara UN online berbasis CBT,” harapnya.

Erni juga berharap pada UN 2016 sistem ini lebih baik karena sudah belajar dari yang pertama. Demikian juga bagi peserta UN harus lebih baik karena waktu latihan mengerjakan UN berbasis komputer lebih panjang dan berulang-ulang, tidak seperti dulu yang mepet. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *