Wacana Pembentukan Dinas Tata Kelola Air Bukan Solusi Atasi Banjir Medan

MEDAN | Buruknya drainase yang mengakibatkan banjir dan genangan air pascaturun hujan membuat Pemerintah Kota (Pemko) Medan gerah.

Ibukota Provinsi Sumatera Utara ini rencananya akan membentuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru yang nantinya bertujuan untuk mengatasi masalah banjir dan buruknya draienase yakni Dinas Tata Kelola Air.

Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) khusus untuk menangani masalah air, selokan dan sungai dengan alokasi anggaran sebesar Rp 612 miliar.

Kendati demikian, rencana Pemko Medan tersebut tidak sertamerta berjalan mulus lantaran banyak pihak yang tidak menyetujui kebijakan tersebut, karena dianggap bukan merupakan solusi yang tepat.

Seperti yang dikatakan akademisi sosial politik dari Universitas Muhammadiyah Sumut (UMSU), Shohibul Anshor Siregar.

Shohib, sapaannya beranggapan, rencana Pemko Medan itu bukan merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi banjir dan genangan air yang diakbatkan buruknya draienase.

Ia sama sekali tidak menyetujui rencana Pemko Medan itu. “Tidak, saya tidak setuju, karena itu bukan merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut,” kata Shohib ketika ditemui di Aula Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Rabu, (2/12/2015).

Kendati demikian, ketika ditanya soal solusi yang permanen untuk mengatasi hal tersebut, alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini dengan lugas menjawab, diperlukan koordinasi antar setiap SKPD dan wilayah yang berkaitan.

“Sama seperti wilayah Medan yang terdiri dari pesisir, dataran tinggi dan dataran rendah. Kita tidak perlu mengangkat Walikota di setiap wilayah itu,” ucapnya.

Shohib sepakat untuk dilakukan kajian tentang Tupoksi seluruh SKPD untuk menampung semua tuntutan perkembangan. “Kalau dilakukan kajian tentang Tupoksi seluruh SKPD untuk menampung semua tuntutan, saya sepakat. Jangan setiap ada masalah dibuat pula dinas baru,” tandasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *