Nakuti Kepala Sekolah Soal Dana BOS Empat Oknum BPK RI Gadungan Diborgol

STABAT | Empat orang anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI gadungan diamankan Polsek Secanggang.

KEPALA BARESKRIMKeempat pelaku, yaitu ES alias Edy (40) warga Dusun 11 Timur, Jalan In­pres, Gang Sarif, Desa Tanjung Gusta, Ke­­camatan Sunggal, ZB alias Zul (40) warga Jalan TB. Si­matupang, Desa Lalang, Kecamatan Me­dan Sung­gal, In (48) warga Dusun 11, Jalan Sei Mencirim , Desa Paya Geli Kecamatan Sunggal, Nur (54) warga Dusun Sri Gunting Blok V Desa Sei Beras Sekata Keca­ma­tan Sunggal.

Dari pelaku, petugas mengamankan barang bukti em­pat kartu inden­titas pengenal BPKN, empat pin berlogo BPKN, selembar surat tugas BPKN, tiga lembar blanko, STNK mo­bil Mits­hubisi Eterna DOHC BK-1285 XC, enam unit HP, tiga unit HT, empat tas sandang, uang Rp1 juta dan sepucuk senjata air softgun dari pemiliknya Edi.

Kapolres Langkat AKBP Dwi As­mo­ro, Kamis (3/12/2015), mengatakan, awalnya para pelaku datang ke SD Negeri 056616 bernama Said (58) di Jalan Hinai Kiri Pasar Xll Desa Suka Mu­­lia Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

Para pelaku mengaku sebagai anggota BPK RI dan akan memeriksa dana BOS Sekolah tersebut. “Modusnya adalah untuk memeriksa dana BOS ke sekolah SD itu. Pelaku me­nakut-na­kuti bendahara seko­lah, dan meminta uang de­ngan alasan banyak kesalahan,” katanya.

Saat diinterogasi, keempat pelaku mengaku bahwa ang­gota LSM Badan Penyelamatan Ke­ka­yaan Negara (BPKN) Sumut.

“Hasil pemeriksaan, mereka telah li­ma kali melakukan aksinya, yakni dua di Ke­camatan Stabat, dua di Selesai dan satu di Secanggang. Para pelaku akan kita jerat dengan Pasal 368 ayat (1) Jo 65 ayat (1) KUHPidana, Ancaman hukumannya 9 tahun penjara,” pungkasnya. (pod/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *