Warga Medan Denai Sambut dengan Dingin Pilkada Serentak

MEDAN | Perhelatan pesta demokrasi di Indonesia sedang berlangsung serentak pada 9 Desember 2015. Untuk pertama kali Pilkada Serentak dilaksanakan sebagian besar Kabupaten/Kota dan Propinsi.

KEPALA BARESKRIMPesta demokrasi yang seyogyanya menjadi sebuah pilar hiruk pikuk pagelaran politik yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, ternyata disambut dingin oleh publik yang ada di Kecamatan Medan Denai Kota Medan Provinsi Sumut.

Hal ini terlihat dari beberapa TPS yang ada di sekitar kawasan Medan Denai seperti pada TPS 03 kelurahan Menteng yang terletak di Jalan Raya Medan Tenggara terlihat cukup lengang, hingga pukul 10.45 WIB baru sekitar 40-an masyarakat yang menggunakan hak pilihnya.

Hal ini diungkapkan oleh petugas KPPS M Riza Rangkuti yang tampak berdiri di pinggir untuk mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

Beliau mengungkapkan, ada sekitar 634 pemilih yang terdaftar di DPT, akan tetapi baru sekitar 7% masyarakat di TPS 03 menteng yang baru menggunakan hak pilihnya. “Memang kali ini agak sepi sudah jam 10 lewat gini aja baru sedikit yang datang sekitar 40-an. Padahal waktu pemilihan legislatif kemarin jam segini da ada 40% yang datang ke TPS,” ujar Rangkuti.

Kemungkinan polanya masih baru pilkada serentak serta proses tahapannya tidak begitu diketahui oleh masyarakat dan gaungnya tidak begitu terasa seperti pilkada sebelum-sebelumnya. “Walaupun hingga saat ini belum begitu banyak yang datang, kami (panitia) tetap menghimbau masyarakat untuk datang ke TPS. Padahal, KPU telah mempermudah proses pemilihan bagi yang tidak memiliki undangan tetapi terdaftar di DPT tetap akan kita terima bahkan warga yang hanya memiliki identitas saja pun, seperti KTP dan KK kita juga layani ” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh KPPS di TPS 16 Jalan Jermal VII Kelurahan Denai Syamsurizal mengungkapkan, warga yang terdaftar di DPT sebanyak 589 orang untuk lingkungan VII ada 2 TPS, yaitu TPS 16 dan 17. Hingga saat ini pukul 11.20 WIB, dari data yang ada baru sekitar 130-an warga yang menggunakan hak pilihnya.

Dari pantauan jurnalis warga, di TPS terlihat warga tidak ramai mengantri untuk melakukan pengambilan hak suaranya, tampak sekitar 3 sampai 4 warga dan hanya petugas KPPS, pemantau serta saksi yang mendominasi di TPS.

Di lokasi tampak terdapat permasalahan dimana terlihat seorang warga bernama Ismaris Siska (48), tampak protes kepada petugas TPS tentang tidak diizinkanya warga tersebut untuk memenuhi hak suara di TPS.

Setelah dikonfirmasi ke Ketua TPS ternyata warga tersebut tidak menerima undangan akan tetapi membawa surat tanda telah di data oleh KPU. “Kita jelaskan dengan ibu tersebut harus membawa undangan C6, kalau menggunakan surat pendataan tidak berlaku. Kita tetap memberikan hak memilih tetapi membawa berkas identitas dan diatas jam 12 siang,” tandas Adek. (irfandi – jurnalis warga/ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *