Terima Suap Gubernur Sumut Nonaktif | Rio Capella Dipenjara 1 Tahun 6 Bulan

JAKARTA | Mantan Sekretaris Jederal Partai Nasdem, Patrice Rio Capella divonis satu tahun enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015).

KEPALA BARESKRIMKolega Surya Paloh itu dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan menerima uang suap Rp 200 juta dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan Istrinya Evy Susanti melalui Fransisca Insani Rahesti alias Sisca.

“Menjatuhkan pidana selama 1 tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan,” kata Hakim Artha Theresia saat membacakan amar putusan terdakwa Rio di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Pemberian uang kepada Rio itu dimaksudkan untuk memudahkan pengurusan penghentian penyelidikan perkara dugaan korupsi Dana Bansos, Bantuan Daerah Bawahan, Bantuan Operasional Sekolah, tunggakan Dana Bagi Hasil, dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Provinsi Sumatera Utara yang ditangani oleh Kejaksaan Agung.

Rio dinilai mempunyai akses untuk berkomunikasi dengan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo. Pasalnya, Prasetyo merupakan kader Partai Nasdem. Bahkan Rio pun menjanjikan Gatot akan berkomunikasi dengan Prasetyo.

“Menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternatif kedua,” tutur hakim Artha.

Dalam menjatuhkan putusan, majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan Rio dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Terdakwa menyesali perbuatannya, terdakwa berterus terang yang mengakibatkan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa tidak menikmati hasil perbuatan, dan terdakwa punya tanggungan keluarga,” tutur hakim menjelaskan hal-hal yang meringankan.

Rio sendiri menerima putusan tersebut. Sementara JPU pada KPK menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut. “Saya terima keputusannya, terim kasih,” tutur Rio.

Vonis itu sendiri lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK. Rio sebelumnya hanya dituntut dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan penjara.

Rio disangkakan Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor sebagaimana dakwaan kedua. (inl/B1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *