Korupsi Bansos Sumut Libatkan Petinggi Adhyaksa

JAKARTA | Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menutup kemungkinan mengambilalih penanganan kasus dugaan korupsi Bansos Sumut yang kini ditangani Kejaksaan Agung.

KEPALA BARESKRIMDimana dalam persidangan, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Agung Maruli Hutagalung disebut menerima uang Rp 500 juta dari Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy melalui OC Kaligis.

Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu kasus yang telah menyeret Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho menjadi tersangka dan disebut-sebut melibatkan petinggi di lingkungan Korps Adhyaksa.

“Akan dipelajari dulu yang dilakukan. Biar gak bingung, disana atau disini,” ujar Agus di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2015).

Petinggi Korps Adhyaksa yang disebut-sebut terlibat adalah Maruli Hutagalung yang saat itu menjadi Direktur Penyidikan Jampidsus. Dia disebut menerima uang Rp500 juta dari Gatot melalui pengacara kondang OC Kaligis. Uang itu diduga ntuk menghentikan kasus Bansos Sumut.

Tak hanya Maruli yang disebut terlibat dalam upaya penghentian kasus Bansos Sumut. Jaksa Agung HM Prasetyo turut disebut akan dijanjikan uang USD20 ribu dari Evy Susanti jika kasus tersebut dihentikan. Janji itu disampaikan Evy kepada Fransisca Insani Rahesti setelah pertemuan dengan Patrice Rio Capella.

Menurut Ketua KPK Jilid IV ini, jika melihat fungsi koordinasi dan supervisi yang termuat di dalam Undang-Undang KPK, maka akan lebih baik ditangani oleh salah satu penegak hukum.

Agus tak menampik apakah lembaga antirasuah ini berencana mengambilalih yang diduga menyeret Maruli dan Prasetyo itu.

“Kasus Bansos Sumut bisa diserahkan ke sana bisa dikerjakan di sini, ya begitu dong. Diliat dulu, dipelajari dulu,” kata Agus. (inl/B1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *