Relas Kapolda Sumut | Angka Kecelakaan Turun, Jumlah Kerugian Capai 13 Miliar Lebih

MEDAN | Kapolda Sumut, Irjen Pol Ngadino menyampaikan press relas terkait kinerja personilnya sepanjangan tahun 2015, Senin (28/12/2015).

KEPALA BARESKRIMKapolda mencatat, angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2015 tercatat sebanyak 5.832 kasus, turun 0,31% dari tahun sebelumnya.

Ngadino menambahkan, korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2015 terdapat 1.659 jiwa, jumlah itu turun sebesar 11% dari tahun sebelumnya. Sedangkan korban yang mengalami luka berat akibat kecelakaan terdapat 2.521 jiwa, jumlah itu menurun sebesar 0,013% dari tahun sebelumnya.

Sementara korban yang mengalami luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas terdapat 6.035 jiwa, jumlah tersebut turun sebesar 0,52%. Dan kerugian materil akibat kecelakaan mencapai hingga Rp 13.579.000.000, jumlah itu menurun sebesar 0,73% dari tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut juga menyampaikan beberapa gelaran operasi, diantaranya Operasi Kancil Toba 2015 yang berlangsung dari 20 Februari hingga 06 Maret dengan target operasi, yakni pencurian dan penadah kenderaan bermotor (ranmor).

Disusul Operasi Simpatik Toba yang berlangsung dari 1 April-21 April dengan sasaran pelanggaran lalu lintas yang potensial mengakibatkan kecelakaan dan tindak pidana kejahatan bermotor.

Kemudian Operasi Antik Toba I yang berlangsung dari 23 Maret-6 April dengan sasaran penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Provinsi Sumut. Selanjutnya Operasi Palm Toba yang berlangsung dari 18-27 Mei dengan sasaran tindak pidana pencurian dan penggelapan TBS (Tandan Buah Segar) dan CPO (Cruide Palm Oil).

Lalu Operasi Patuh Toba yang berlangsung dari 27 Mei-09 Juni dengan sasaran Kamseltibcar Lantas (Keamanan Keselamatan Ketertiban Kelancaran Lalu Lintas). Operasi Ketupat Toba yang berlangsung dari 10-25 Juli dengan sasaran mewujudkan situasi kamtibmas dan kondusif dalam rangka Idul Fitri 1436 Hijriah.

Berikutnya, ujar Kapolda, Operasi Sikat Toba yang berlangsung dari 17 September-2 Oktober dengan sasaran pencurian dengan pemberatan yang dilakukan secara perorangan maupun kelompok dan menggunakan senjata, baik senjata tajam (sajam) maupun senjata api (senpi) dan penadah, jaringan atau sindikat.

Kemudian Operasi Antik Toba II yang berlangsung dari 17-31 Oktober dengan sasaran penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Provinsi Sumut.

Selanjutnya, Operasi Pekat Toba II dengan sasaran perjudian. Dan yang terakhir adalah Operasi Lilin Toba yang berlangsung dari 17 Desember hingga Januari 2016 dengan sasaran situasi kondusif bagi yang merayakan Natal 2015 dan tahun baru 2016. (jul/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *