Alasan Pelaku | Merampok Untuk Kebutuhan Sehari-hari

MEDAN | Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Kota (Polresta), Medan mengamankan dua tersangka perampok jalanan yang kerap beraksi di wilayah hukum Medan dan sekitarnya.

KEPALA BARESKRIMAdapun kedua rampok yang berhasil diamankan tersebut ialah PN (20), warga Jalan M Yakub dan AT (22), warga Jalan Perjuangan, Medan Timur.

Menurut informasi yang diperoleh di Mapolresta Medan menyebutkan, kedua tersangka diketahui berulangkali beraksi di wilayah hukum Polresta Medan. Keduanya ditangkap saat nekad merampok Mansjur Tanzil, di Jalan Asia Medan, tepatnya di depan RM Uda Sayang.

Dalam aksinya, keduanya menggunakan sepeda motor Honda Scoopy BK 5068 AFT milik tersangka AT. Kedua tersangka mencari korban dengan cara berkeliling. Dan sesampainya di Jalan Asia tepatnya di depan rumah makan uda sayang, kedua pelaku langsung merampok seorang pejalan kaki dengan cara memepet korban.

Kemudian tersangka PN mengambil dan menarik secara paksa tas warna biru yang sedang dibawa oleh laki – laki tersebut dan kemudian tersangka PN dan tersangka AT melarikan diri kearah Medan Mall.

Langkah kedua tersangka terhenti di Jalan M Yakub Medan karena berkunjung ke rumah teman tersangka PN yang bernama Wak Lilik untuk membuka hasil kejahatannya, lantaran tempat tersebut adalah tempat biasa untuk membuka hasil kejahatan.

Saat membuka tas hasil kejahatannya, ternyata mereka mendapati uang tunai senilai Rp 1.400.000 dan Kartu ATM sebanyak empat buah berikut kartu Jamsostek dan satu unit HP Nokia C3 beserta alat kecantikan wanita yang kemudian barang-barang tersebut dibuang oleh keduanya ke dalam parit di Jalan Serdang.

Sedangkan uang sebanyak Rp 1.400.000, dibagi-bagi. Tersangka PN mendapat bagian sebanyak Rp 400.000 dan tersangka AT mendapat bagian sebanyak Rp. 1.000.000.

“Kedua tersangka diketahui telah beberapa kali beraksi di wilayah hukum Polresta Medan. Saat ini kita masih melakuan pengembangan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono melalui Kepala Unit (Kanit) Pidum Polresta Medan, Ajun Komisaris Polisi, (AKP), Bayu Samara Putra, (5/1/2016).

Dari pengakuan tersangka, kata Bayu, hasil rampokan tersebut dipergunakan untuk keperluan sehari-hari. “Menurut keterangan tersangka, uang hasil kejahatan tersebut dipergunakan untuk keperluan sehari – hari tersangka,” jelas Kanit. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *