Polda Sumut Buru ‘Dokter’ Sabu Partai Besar

MEDAN | Petugas Ditresnarkoba Polda Sumut, kini masih terus memburu seorang ‘pemain’ narkoba yang disinyalir atasan Mulyadi berinisial I, warga Aceh.

KEPALA BARESKRIMI diburu guna membongkar jaringan sindikat narkoba kelas internasional tersebut. Sebab, jika I dapat ditangkap, maka disebut bakal bisa meringkus ‘dokter’ sabu partai besar itu.

Bahkan ditengarai, sang ‘dokter’ itu adalah pemilik home industry sabu tingkat internasional yang produksinya diedarkan di Indonesia, seperti Aceh, Medan dan Riau.

“Kita masih berupaya memburu seseorang berinisial I. Jika I berhasil kita amankan, maka besar kemungkinan kita dapat membongkar sindikat narkoba internasional ini,” kata Kasubdit II Ditresnarkoba Poldasu, AKBP Sonny M Nugroho Tampubolon, kepada wartawan, (11/1/2016).

Namun ketika disinggung tentang lokasi home industry yang dikelola sang ‘dokter’ sabu, dia belum bisa menerangkan lebih jauh. “Kita belum mengetahui apakah home industri itu berada di Indonesia atau di negara tetangga, yang pasti kita masih terus memburu pelaku utamanya,” terangnya.

Sebelumnya, petugas Ditresnarkoba Poldasu menangkap Mulyadi pada (8/1/2016). Dari tangan lelaki hampir paroh baya ini, diamankan 1 Kg sabu, 1 unit hand phone nokia, 1 unit mobil Avanza warna putih nomor polisi BK 34 LA.

“Kita amankan 1 kg sabu, artinya kita menyelamatkan 10 ribu jiwa penduduk Medan dari bahaya narkoba,” kata Sonny.

Mulyadi alias A Kun (46) warga Tumpuk Tengah Banda Sakti Aceh Utara, yang ditangkap petugas Polda Sumut di Jalan Binjai Km 12,2/Jalan Orde Baru Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sunggal Deliserdang, lantaran membawa 1 kg sabu, ternyata mantan residivis atas kasus ganja di Aceh.

Dia baru sebulan menghirup udara bebas, setelah satu setengah tahun menjalani hukuman, namun ia akan bakal kembali masuk ke dalam penjara.

Dalam pengakuannya di Mapolda, Mulyadi mendapatkan 1 Kg sabu itu dari seseorang berinisial I, yang juga merupakan warga Aceh. Mulyadi diiming-imingi uang Rp 5 juta untuk mengantarkan pesanan sabu tersebut ke Medan.

“Aku disuruh I cuma ngantar bungkusan ini. Nggak tau aku kalau isinya ternyata sabu. Sekali ngantar, aku dikasih upah 5 juta rupiah,” aku Mulyadi.

Menurut dia, dirinya terpaksa melakukan itu, lantaran hasil yang diperoleh dari pekerjaan sehari-harinya sebagai pedagang tahu di Aceh, tak cukup untuk menghidupi 5 anaknya.

“Baru kali ini aku ditangkap jadi kurir. Sebelumnya aku pernah ditangkap kasus satu linting ganja,” sebutnya.

Kasubdit II Dit Res Narkoba Poldasu, AKBP Sonny M Nugroho Tampubolon menjelaskan, dari hasil penangkapan kurir sabu tersebut, pihaknya saat ini sedang mengejar I yang disebut-sebut sebagai pemasok sabu ke Medan.

“Sabu ini dari negara tetangga, lalu transit ke Aceh. Dari Aceh lalu akan dipasarkan ke Medan,” kata Sonny. (jul/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *