Titipan Pesan Erry Nuradi di Peringatan Hari Jadi Langkat ke 226 Tahun

STABAT | Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Ir H Tengku Erry Nuardi MSi menghadiri peringatan Hari Jadi Langkat ke 226 tahun, yang dipusatkan di Alun-alun Tengku Amir Hamzah Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Minggu (17/1/2016).

KEPALA BARESKRIMBukan hanya Erry Nuradi yang hadir, juga anggota DPR RI asal Sumut Delia Pratiwi Sitepu, Bupati Langkat H Ngongesa Sitepu SH, Wakil Bupati Langkat Drs H Sulistianto MSi, sejumlah anggota DPRD Sumut, jajaran FKPD Kabupaten Langkat, Ketua DPRD Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, Sekda Kabupaten Deli Serdang Asrin Naim, jajaran SKPD Langkat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh budaya serta ribuan undangan lainnya, ikut memeriahkan hari bersejerah berdirinya Kabupaten Langkat.

Dalam kesempatan itu, Erry Nuradi menitipkan pesan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, stakeholder dan seluruh komponen masyarakat agar dapat manfaatkan potensi yang dimiliki daerahnya secara memaksimal.

Erry menyatakan, Langkat memiliki banyak potensi diantaranya potensi wisata, seperti Bukit Lawang dengan habitat orangutan yang terkenal hingga ke mancanegara. Selain itu Langkat juga memiliki pusat konservasi gajah di Tangkahan.

“Langkat memiliki destinasi wisata bertaraf internasional. Orangutan sebagai hewan langka yang dilindungi. Begitu juga dengan pusat konservasi gajah. Dua kawasan ini menarik minat wisatawan mancanegara datang ke Langkat,” ujar Erry.

Erry berpesan, Pemkab Langkat dapat mengembangkan dua potensi wisata tersebut secara konprehensif lagi dalam upaya mendorong tingkat kunjungan wisatawan ke Sumut.

“Tetapi tetap mengedepankan prinsif-prinsif konservasi. Tetap menjaga kelestarian habitat demi keberlangsungan hidup orangutan dan gajah Sumatra,” saran Erry.

Selain potensi wisata, Langkat kini menjadi salah satu kabupaten penyumbang energy listrik di Sumut dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu dengan daya 2 x 200 Megawatt.

“PLTU ini sangat membantu Sumut memperoleh daya listrik. Pemadaman yang selama ini sering terjadi, kini berangsur membaik. Meski tidak jarang pemadam listrik masih terjadi akibat faktor teknis ataupun akibat kerusakan. Tidak berlebihan jika saat ini Langkat sebagai pusat energi Sumut,” jelas Erry.

Selain itu, Langkat juga kaya akan potensi pertanian dan perkebunan. Kedua potensi tersebut memberikan sumbangan pendapatan bagi Pemkab Langkat.

“Semua potensi yang dimiliki Langkat, tentu harus didukung ketersediaan infrastruktur yang memadai. Selain itu, Pemkab Langkat juga harus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat dalam mendorong laju pembangunan,” harap Erry.

Seiring dengan pembangunan fisik, Pemkab Langkat juga harus menyeimbangkan pembangunan non fisik seperti pendidikan dan keagamaan. Begitu juga dengan peningkatan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Kabupaten Langkat berbatas dengan Aceh. Tentu membutuhkan sinergitas dalam menjaga keamanan antara masyarakat dengan aparat keamanan. Faktor keamanan merupakan salah satu syarat utama dalam mendorong pembangunan infrastruktur,” jelas Erry.

Sementara Bupati Langkat H Ngongesa Sitepu mengatakan, Hari Jadi Kabuapten Langkat kali ini merupakan acara tahunan sebagai salah satu momentum mengeratkan silaturahmi.

“Hari Jadi Langkat ini juga diharapkan mempertebal rasa memiliki masyarakat terhadap Kabupaten Langkat. Semoga Langkat semakin berseri, maju dan berjaya,” harap Ngongesa.
Peringatan Hari Jadi Langkat-800x534Dalam acara peringatan Hari Jadi Langkat, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Bupati Langkat Ngongesa Sitepu juga menyerahkan santunan kepada anak dari keluarga kurang mampu.

Rombongan Tengku Erry juga menyempatkan diri meninjau sejumlah stand kerajinan dan produk Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

Sebelum menghadiri resepsi perayaan Hari Jadi Langkat ke 266, Plt Gubernur Sumut menyaksikan pemandatanganan prasasti peresmian rumah adat Daduar Masyarakat Kulawarga Kalimantan, sebuah rumah adat masyarakat Banjar yang berdomisili di kawasan Kabupaten Langkat.

Rumah adat yang juga dapat digunakan sebagai balai pertemuan tersebut diharapkan dapat mengeratkan kebersamaan antara masyarakat Bugis dengan seluruh etnis di Langkat. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *