Dugaan Korupsi PDAM Tanjung Balai | Polda akan Panggil Direktur

MEDAN | Pasca menggeledah seluruh ruangan Pemko Tanjung Balai terkait adanya indikasi dugaan korupsi, penyidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut akan memanggil Direktur Utama PDAM Tirta Kualo, Tanjung Balai.

KEPALA BARESKRIM“Sudah kita layangkan surat panggilan untuk memanggil Direksi PDAM Tirta Kualo, baik itu Dirutnya akan kita periksa,” ujar Kasubdit III Tipidkor Polda Sumut, AKBP Frido Situmorang saat dihubungi wartawan via telepon seluler, (25/1/2016).

Menurutnya, saat ini pihaknya juga tengah menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Propinsi (BPKP) untuk mengetahui jumlah kerugian negara yang dilakukan PDAM Tirta Kualo Tanjung Balai.

“Kita juga sudah meminta bantuan BPKP untuk mengaudit keuangan PDAM Tirta Kualo, dan saat ini kita masih menunggu hasilnya,” terangnya.

Disinggung barang bukti yang berhasil dibawa penyidik dalam penggeledahan sejumlah kantor dinas Pemko Tanjung Balai beberapa waktu lalu, dia enggan mengatakan dengan alasan masih penyidikan. “Itu tidak bisa kita beritahu, karena ini masih penyidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf yang ditemui wartawan mengatakan, saat ini Subdit III Tipidkor sudah memeriksa 11 saksi terkait dugaan korupsi tersebut. “Ini masih penyidikan, dan sudah 11 saksi kita periksa,” sebutnya.

Sebelumnya, Polda meningkatkan kasus dugaan korupsi PDAM Tirta Kualo Tanjung Balai ke tingkat penyidikan. Untuk melengkapi bukti penyidik Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus melakukan penggeledahan sejumlah kantor di jajaran Pemko Tanjungbalai.

“Penggeledahan sudah dilakukan selama 2 hari, tanggal 20-21 Januari 2016,” kata Kasubdit III Tipidkor AKBP Frido Situmorang, Kamis (21/12016) lalu.

Disebutkannya, dari hasil penggeledahan itu, petugas telah mengamankan beberapa berkas dan dokumen penting yang disebut dapat memberi petunjuk baru dalam proses penyidikan kasus tersebut.

“Kita sudah melakukan penggeledahan di kantor Sekwan DPRD dan Kantor Walikota Tanjungbalai, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) serta di rumah pribadi mantan Direktur PDAM Tirta Kualo, Zaharudin Sinaga. Dari hasil penggeledahan itu, kita juga telah mengamankan beberapa berkas penting,” lanjutnya.

Kasus dugaan korupsi pembangunan WTP III dan pemasangan pipa distribusi utama sepanjang 600 meter di PDAM Tirta Kualo, Tanjungbalai sudah dilakukan sejak Juli 2015 lalu. Dari fakta dan keterangan saksi-saksi hasil investigasi dan tim ahli dari USU mengindikasikan adanya penyimpangan sekitar 20 persen pada pembangunan WTP III.

Dari keterangan tersebut selanjutnya perkara ditingkatkan ke penyidikan sesuai dengan laporan polisi nomor LP/21/I/2016/SPKT-II. Tapi, sambung Frido, pihaknya belum bisa memastikan berapa kerugian negara yang diakibatkan dari dugaan korupsi kasus tersebut.

“Kita belum mengetahui jumlah kerugian negara. Kita harus berkoordinasi dengan BPKP untuk menghitungnya,” pungkasnya. (jul/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *