Isu PHK Sepihak | Karyawan Asean Internasional Hotel Tuntut Haknya

MEDAN (bareskrim.com) | Puluhan karyawan Asean International Hotel yang tergabung dalam Serikat Pekerja Mandiri (SPM) berunjukrasa di depan hotel Jalan Adam Malik, Selasa (23/2/2016).

KEPALA BARESKRIMPuluhan karyawan menuntut hak mereka, sebelum terjadinya pergantian nama hotel dan manajemen hotel oleh pihak perusahaan.

“Kami meminta hak kami, sebelum manajemen hotel dan nama hotel ini berganti. Jika manajemen berganti, bisa saja kami ini diberhentikan secara sepihak,” kata Ketua SPM Asean International Hotel, Theodrik.

Dari informasi yang diterima, Asean International Hotel akan berubah nama menjadi Radison yang akan dilakukan pada Juni 2016 mendatang.

Wacana pergantian nama hotel itu dibarengi dengan isu PHK sepihak para karyawan hotel. “Jika memang ingin mengubah nama dan mengganti manajemen, setidaknya kami diundang. Mereka jangan seenaknya saja,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihak manajemen telah 15 kali menerbitkan surat perigatan kepada karyawan. Surat peringatan itu yang terkesan sengaja agar para karyawan tidak betah bekerja.

Pihak menajemen juga terkesan kerap mencari-cari kesalahan para pekerja. “Sudah berapa kali perusahaan ganti GM, tidak pernah seperti ini. Sejak managemen baru, sudah 15 kali surat peringatan diterbitkan. Ini bentuk tekanan perusahaan kepada kami,” jelas karyawan hotel.

Karyawan Asean International Hotel juga menuding Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kota Medan berpihak kepada manajemen hotel.

Hal ini dikarenakan para karyawan telah beberapa kali mendatangi Disosnaker untuk membicarakan persoalan ini, namun tidak ada titik temu. “Kita sudah sering mendatangi Dinsosnaker, tapi tetap tidak ada solusinya,” jelas Theodrik.

Humas Asean Internasional Hotel, Azan Sinaga mengaku, hingga kini pihak perusahaan belum ada membahas mengubah nama hotel dan pergantian manajemen, maupun pemecatan karyawan.

“Itu semua rumor. Tidak ada pergantian nama hotel, manajemen, atau pemecatan karyawan. Untuk apa kita bicarakan yang belum ada. Sampai sekarang masih aman-aman saja,” pungkas Azan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *