Merasa Terzolimi | Rakyat bisa Menggugat PT KAI

MEDAN (bareskrim.com) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) disinyalir melanggar Undang-undang dalam melakukan penertiban bangunan untuk proyek pembangunan jalur rel ganda yang dicanangkan.

KEPALA BARESKRIMJika mengacu pada Undang-undang (UU) No 23/2007 tentang Perkeretaapian, maka batas bangunan dengan rel minimal 21 meter. Namun, dalam pembangunan rel ganda Medan-Kualanamu dan Belawan-Medan-Binjai, PT KAI hanya mematok jarak minimal 12 meter.

Hal inipun diduga demi menyelamatkan dua Plaza, masing-masing Yang Lim Plaza dan Thamrin Plaza yang berada dibibir rel. Atau dengan kata lain, menjadi target pengosongan bila mengacu pada ketentuan UU.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar mengatakan, pemerintah dalam hal ini PT KAI tidak memiliki ketegasan terkait asetnya.

“Bagaimana itu bisa dibiarkan bangunan berdiri di pinggiran rel, apa mereka dari awal tidak mengetahuinya,” jelas Abyadi, Selasa (23/2/2016).

Ditegaskannya, jika benar rakyat merasa dizolimi oleh pihak PT KAI Divre I terkait pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang diatur dalam UU itu, gugat saja PT KAI.

“Kalo PT KAI tidak melaksanakan ketentuan tersebut, maka rakyat bisa menggugat PT KAI, tegas Abyadi.

Sebelumnya, Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Rapino Situmorang mengungkapkan, dalam penertiban untuk proyek jalur ganda ini, pihaknya hanya mengosongkan bangunan yang berada dalam radius 6 meter kekanan dan 6 meter kekiri atau 12 meter.

Memang diakuinya, sesuai UU 23/2007 tentang Perkeretaapian disebutkan bahwa jarak yang diatur adalah 21 meter. “Kalau UU itu 21 meter, tapi saat ini yang kita butuhkan 12 meter,” kata Rapino, kemarin.

Pengabaian UU ini disinyalir untuk ‘menyelamatkan’ dua plaza masing-masing Yang Lim Plaza dan Thamrin Plaza yang berada persis dibibir rel saat ini. Atau dengan kata lain, akan menjadi objek penertiban dengan proyek pembangunan jalur ganda ini.

Rapino sendiri memastikan, PT KAI tidak akan merubuhkan bangunan dua plaza tersebut. “Terkait adanya bangunan plaza di dekat rel itu, kita sudah pastikan bahwa bangunan itu memang tidak ikuti ditertibkan. Karena kita hanya menertibkan bangunan yang berada 12 meter dari rel,” katanya.

Menurutnya, dengan jarak 12 meter maka Yang Lim Plaza dan Thamrin Plaza itu hanya terkena penertiban pada lahan parkirnya. Sementara bangunannya, masih cukup jauh dari rel kereta api yang hendak dibangun. Menurutnya, rel ganda yang hendak dibangun ini hanya membutuhkan jarak 12 meter, yakni 6 meter dari sisi kanan dan 6 meter dari kiri.

“Kalau hanya 12 meter itu, maka Yang Lim Plaza dan Thamrin Plaza itu tidak kena bangunannya, hanya areal parkirnya. Makanya tidak kita tertibkan,” kata Rapino. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *